oleh

Transaksi Digital Meningkat Pesat, BI Genjot Penggunaan QRIS bagi Pelaku UMKM

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis, Perbankan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Bank Indonesia terus menggenjot digital melalui penggunaan QRIS. Ini dilakukan untuk mendorong kemajuan UMKM dari segi akses pasar dan peningkatan daya saing.

Upaya menggenjot penggunaan QRIS ini dibarengi pula dengan tren dan perilaku pembayaran masyarakat yang terus mengalami peningkatan secara signifikan terutama di masa pandemi covid 19.

“Di Sulawesi Selatan, pada triwulan ke dua 2021 volume transaksi menggunakan ATM dan Debit meningkat hingga 27 persen dari tahun sebelumnya, atau sebanyak 45,56 juta transaksi. Untuk nominal transaksi meningkat hingga 33 persen dari tahun sebelumnya, atau meningkatkan Rp53,56 Triliun. Sementara itu, volume transaksi uang elektronik meningkat 95,8 persen menjadi 14,8 juta transaksi dibanding tahun sebelumnya. Nominal transaksi meningkat 128,7 persen atau Rp1,22 Triliun,” terang Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Iwan Setiawan

Melihat potensi tersebut, Bank Indonesia terus berupaya mensosialisasikan dan mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi pembayaran UMKM.

” QRIS merupakan standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Standarisasi penggunaan QR Code ini dilakukan untuk menciptakan inklusi finansial, termasuk di dalamnya untuk mendukung pelaku UMKM,” kata Iwan.

Saat ini kata Iwan, terdapat sekitar 7,4 juta pelaku UMKM Secara nasional yang telah menggunakan QRIS, dimana sekitar 220 ribu diantaranya merupakan pelaku UMKM di wilayah Sulawesi Selatan.

“Dengan menggunakan QRIS, UMKM dapat menerima pembayaran secara non-tunai dari berbagai penyelenggara sistem pembayaran, baik bank maupun non-bank. Lebih jauh, QRIS juga menjadi solusi perluasan kanal pembayaran yang Cepat, Mudah, Murah, dan Handal bagi UMKM,” tutupnya. (*)