oleh

Capaian Vaksinasi di Sulsel Lamban

Any Ramadhani-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Provinsi Sulsel terus menggenjot program vaksinasi Covid-19. Hanya saja, capaian vaksinasi hingga saat ini masih jauh dari target.

Rinciannya, sekitar 1.631.822 masyarakat yang mendapat suntikan pertama. Sedangkan dosis kedua baru 993.743 ribu atau 14,08 persen dari jumlah sasaran target vaksin di Sulsel mencapai 7.057.524 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dr Ichsan Mustari mengatakan sasaran vaksinasi di kabupaten/kota masih rendah. “Kita masih rendah kabupaten/kota,” ucapnya.

Ichsan mengaku, berdasarkan data yang diberikan, beberapa daerah yang sasaran vaksinnya kurang seperti Kabupaten Selayar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Toraja Utara, Kota Pareparedan Kabupaten Bone.

“Sementara Dinas Kesehatan Sulsel sudah menurunkan lagi vaksin dosis kedua,” jelasnya.

Ichsan Mustari mengungkapkan, capaian vaksinasi di Sulsel bisa saja dikebut, namun stok vaksin yang ada menjadi kendala. “Capaian bisa dikebut kalau vaksin disiapkan, jadi vaksin yang kurang,” katanya.

Koordinator Posko Satgas Covid-19 Sulsel, dr Arman Bausat mengatakan, untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi, Pemerintah Provinsi Sulsel sudah melakukan beberapa upaya seperti menganjurkan rumah sakit untuk membuat gerai-gerai vaksinasi, lalu ada bantuan vaksinasi yang dilakukan oleh TNI-Polri serta yang terbaru yaitu mobil vaksinator keliling.

“Jadi upaya pemprov itu menganjurkan semua kabupaten/kota membuat gerai-gerai, pak Gubernur juga mengatakan semua rumah sakit juga swasta ikut membuat gerai. Kemudian vaksinator keliling juga sudah mulai untuk mengunjungi masyrakat yang belum vaksin,” singkatnya.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel terus melakukan upaya dalam rangka kebut vaksinasi. Salah satunya dengan melaunching Mobile Vaksinator. Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan mobile vaksinator ini juga sebagai upaya dalam mendukung Sulsel Kebut Vaksinasi. Sehingga, herd immunity (kekebalan kelompok) bisa lebih cepat terbentuk.

“Ini untuk mempercepat terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok) bisa lebih cepat terbentuk,” ungkapnya.

Ia menjelaskan Mobile vaksinator akan melayani kelompok, sehingga diharapkan pada proses pelaksanaan vaksinasi tidak terjadi kerumunan. Menyasar semua area penyebaran di wilayah aglomerasi Mamminasata yang terdiri dari Makassar, Maros, Sungguminasa (Gowa) dan Takalar.

Jika target vaksinasi telah dicapai, maka juga dapat menyasar wilayah di kabupaten/kota lainnya. Untuk mendaftarkan diri, perlu teregistrasi di website hallodokter.sulselprov.go.id.

“Ini terintegrasi dengan telemedicine Hallo Dokter untuk konsultasi, vaksin keliling, bisa melakukan tracing untuk swab ketika anda terkonfirmasi, dan kita bisa bawa ke FIT,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sulsel per tanggal 25 Agustus 2021, data cakupan vaksinasi Covid-19 per kabupaten/kota yaitu Makassar dosis pertama sebanyak 46,10 persen dan dosis kedua 29,16 persen. Kota Pare-Pare dosis pertama 33,73 persen dan dosis kedua 24,86 persen. Kabupaten Soppeng dosis pertama 31,65 persen dan dosis kedua 18,09 persen. Kota Palopo dosis pertama 31,20 persen dan dosis kedua 21,33 persen. Kabupaten Tana Toraja dosis pertama 23,95 persen dan dosis kedua 19,48 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Bantaeng dosis pertama 23,64 persen dan dosis kedua 12,66 persen. Kabupaten Barru dosis pertama 13,18 persen. Kabupaten Maros dosis pertama 22,25 persen dan dosis kedua 10,37 persen. Kabupaten Selayar dosis pertama 21,77 persen dan dosis kedua 16,56 persen. Kabupaten Wajo dosis pertama 21,67 persen dan dosis kedua 11,24 persen.

Kabupaten Luwu dosis pertama 21,33 persen dan dosis kedua 11,40 persen. Kabupaten Takalar dosis pertama 20,08 persen dan dosis kedua 10,91 persen. Kabupaten Luwu Timur dosis pertama 19,73 persen dan dosis kedua 14,31 persen. Kabupaten Enrekang 19,73 persen dan dosis kedua 14,08 persen. Kabupaten Pinrang dosis pertama 19,29 persen dan 10,49 persen.

Kabupaten Sinjai dosis pertama 19,09 persen dan dosis kedua 10,77 persen. Kabupaten Luwu Utara dosis pertama 18,94 persen dan dosis kedua 8,24 persen. Kabupaten Toraja Utara dosis pertama 16,53 persen dan dosis kedua 11,40 persen. Kabupaten Pangkep dosis pertama 15,72 persen dan dosis kedua 9,97 persen. Kabupaten Bulukumba 15,53 persen dan dosis kedua 8,38 persen.

Kabupaten Bone dosis pertama 15,24 persen dan dosis kedua 10,55 persen. Kabupaten Sidrap dosis pertama 13,52 persen dan dosis kedua 10,21 persen. Kabupaten Gowa dosis pertama 13,30 persen dan dosis kedua 6,77 persen. Kabupaten Jeneponto dosis pertama 10,21 persen dan dosis kedua 4,54 persen. (*)