oleh

Putra NTT Adonara Sukses Jadi Pengembang Hotel Dibawah Naungan Liberta Internasional

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Menggeluti bisnis perhotelan tak hanya memerlukan skill mempuni tetapi juga kecintaan terhadap bisnis penyedia akomodasi ini.

Hal ini juga yang ditanamkan Vice President Business Development Liberta Hotels International, Ruben Amor. Puluhan tahun malang melintang di dunia perhotelan, Ruben bertekad membangun corp bisnis sendiri. Saat ini, dirinya telah berkolaborasi dengan Liberta Hotels International.

Ruben menceritakan, dirinya menjajal dunia perhotelan puluhan tahun silam. Putra NTT dari pulau Adonara ini pertama kali menggeluti dunia perhotelan di Aston Internasional sebagai Direktur Pengngembangan. Delapan tahun karirnya melesat dan memilih Premier Hotel Group Lindon selama dua tahun sebagai Direktur Pengembangan Asia.

Selanjutnya, Ruben kembali mencoba peruntungannya dengan meniti karir di Plateno Hotel Group Cina, kemudian berakhir dengan merintis corp bisnisnya sendiri bernama Adonara Hotel Group yang kemudian dipersunting oleh PT Liberta internasional untuk membangun kolaborasi.

“Setelah memiliki cukup pengalaman, saya mendirikan perusahaan sendri bernama Adonara Hotel Group yang kemudian mendapat penawaran untuk merger bersama PT Liberta internasional,” pungkas Ruben, Jumat (27/8).

Sepak terjang Liberta untuk membantu dan berinvestasi di berbagai hotel telah dibangun sejak 10 tahun silam, mulai dari mempercayakan operator untuk mengelola berbagai hotel, hingga mengembangkan operator sendiri dan bekerjasama dengan pemilih hotel untuk mengembangkan hotel yang membutuhkan bantuan.

Ruben menjelaskan, secara garis besar, kehadiran Liberta bagi perhotelan yakni sebagai obligasi dengan peranan yang lebih besar daripada memanajemen sebuah hotel.

“Dengan kehadiran Liberta, hotel hotel tau melakukan bisnis, mengatur biaya,dan manajemen. Jadi tendesinya lebih kepada owner bagaimana menjalankan hotel secara lebih profesional,” ujar Ruben.

Kehadiran Liberta dirasa bertambah penting ditengah masa pandemi seperti sekarang ini, dimana segala sektor pariwisata termasuk perhotelan menjerit. Tak jarang, hotel terpaksa gulung tikar akibat kurangnya pemasukan. Olehnya dibawa nahkoda Ruben, Liberta menghadirkan program rebranding.

Program tersebut menurut Ruben adalah bentuk pemulihan hotel dengan cara memberikan intensif sementata bagi hotel tertentu yang ingin bekerjasama agar dapat kembali tumbuh dimasa pandemi. Tidak hanya di Bali dan Jawa, saat ini Liberta membuka peluang bagi hotel di seluruh Indonesia termasuk di Makassar dengan target 30 hotel.

“Tadinya kita hanya buka di Jawa dan bali tetapi karena banyak permintaan makan kami membuka di luar Bali. Namun siapapun yang membutuhkan kami akan bekerjasama. Di Sulsel sendri targetnya sekitar 4 hingga 5 hotel,” sebut Ruben.

Dirinya berharap hadirnya Liberta dapat membantu perhotelan bangkit dan dapat kembali tumbuh ketika pandemi berakhir. (*)