oleh

Papua, “Gadis Cantik” Masa Depan Indonesia

Any Ramadhani and Hikmah-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Papua bak gadis cantik masa depan bangsa yang harus senantiasa dijaga sebagai bagian dari NKRI. Hal tersebut diungkapkan Akademisi Unibos sekaligus pemateri, Abdul Haris Hamid dalam diskusi bertajuk ‘Papua adalah Indonesia dan Indonesia Adalah Papua’.

Dalam kegiatan yang menghadirkan puluhan mahasiswa Papua, Haris mengatakan, menjaga Papua bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengintenskan komunikasi dengan teman teman yang berasal dari Papua.

“Selama ini digembor-gemborkan sedemikian rupa seakan akan masyarakat Papua tidak ramah, namun sebenarnya tidak seperti itu. Papua adalah daerah yang di Istimewakan di Indonesia, sama halnya dengan Aceh” ujar Haris, Minggu (29/8).

Lanjut Haris, problem utama maraknya kasus ideologi di Papua adalah cara pendekatan yang dilakukan. Di era Suharto, pendekatan hukum dan keamanan yang dilakukan, namun seharusnya pendekatan undang undang juga harus disertakan.

“Papua adalah bagian dari Indonesia dimana kita harus memberikan pendekatan sesuai undang undang yakni melindungi segenap bangsa, mensejahterakan dan ikut mencerdaskan masyarakat Papua,” tambah Haris.

Untuk masyarakat Papua kata Haris, juga perlu melakukan perubahan perubahan dan lebih terbuka agar kesatuan NKRI lebih terjaga, “yang harus di ubah adalah mindset masyarakat Papua yang harus keluar dari zona nyaman,” pungkasnya

Sejalan dengan itu, Akademisi Sulsel sekaligus Dosen UMI, Prof Laode Rusli juga mengungkapkan perlunya saling memahami dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Masyarakat Papua sangat dekat dengan budaya dan adatnya serta telah sesuai nilai keIndonesiaan. Papua merupakan bagian dari ideologo NKRI,” ucap Laode

Lebih jauh untuk menjaga kesatuan NKRI, masyarakat luar Papua juga harus turut andil, “Masyarakat luar Papua haruslah menciptakan suasana baik dengan masyarakat Papua, apalagi masyarakat Sulsel banyak juga yang mencari penghasilan di Papua. Papua masa depan kita bangsa Indonesia” pungkasnya

Vinansius, salah satu peserta dalam kegiatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan diskusi ini. Dirinya berharap diskusi mendatang dapat melibatkan lebih banyak lagi mahasiswa Papua. (*)