oleh

Tega Cungkil Mata Anak untuk Tumbal Pesugihan

Any Ramadhani-Gowa-

GOWA, BACAPESAN.COM– Aksi kejam terjadi di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bola mata seorang bocah perempuan berusia 6 tahun dicungkil oleh ibunya sendiri.

Penganiayaan sadis ini diduga dilatari ilmu gaib atau pesugihan oleh empat terduga pelaku. Empat terduga pelaku itu merupakan orang terdekat korban. Yakni ibu, ayah, kakek, dan paman. Masing-masing berinisial HAS (43) dan TAU (47), serta paman US (44) dan Kakeknya BA (70). Selain bocah berinisial ME (6), kakaknya berinisial DN (22) dikabarkan meninggal dunia akibat aksi kekerasan orang tuanya itu.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan menyampaikan aksi sadis itu mereka lakukan diduga karena pesugihan hingga dipengaruhi halusinasi bahwa didalam tubuh korban terdapat penyakit yang harus dikeluarkan dengan cara dicongkel pada bagian matanya.

Zulpan menerangkan, bahwa dua terduga pelaku yaitu orang tua korban HAS (43) dan TAU (47) telah diobservasi ke RSJ Dadi Makassar untuk memeriksa kejiwaan. “Dan sekarang masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dari RSJ Dadi,” ungkapnya.

Sementara dua terduga pelaku lainnya diantaranya kakek korban BA (70) dan paman korban US (44) telah ditetapkan sebagai tersangka pasca gelar perkara dan dilakukan penahanan di Mapolres Gowa.

“Yang jelas updatenya orang tua korban telah diobservasi ke RSJ Dadi Makassar untuk memeriksa kejiwaan, hasil masih ditunggu. Sedangkan kakek dan paman korban telah ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan di Mapolres Gowa,” jelas E Zulpan, Minggu (5/9/2021).

Kabid Humas Polda Sulsel juga mengatakan saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dan mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa. “Dan saya juga sampaikan bahwa korban direncanakan besok (hari ini) akan dilakukan operasi mata bagian kanan,” terang Zulpan.

Zulpan menjelaskan bahwa terhadap para pelaku disangkakan Pasal 44 Ayat 2 Undang-undang No 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT Jo Pasal 55,56 KUHP atau Pasal 80 (2) Jo Pasal 76 C Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rahman, mengatakan, kasus ini masih dalam pendalaman sembari menunggu hasil kejiwaan kedua orang tua korban di RSKD Dadi, Makassar.

“Penyidik masih mendalami. Tentunya kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa ini terjadi di Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pada Kamis (2/9/2021) sekitar pukul 13.30 WITA kemarin.

Kakak beradik berinisial ME (6) dan DN (22) diduga dianiaya oleh ayah dan ibu kandungnya. Parahnya, TT dan HA diduga dibantu oleh DB (60) dan DM (60) yang merupakan kakek dan nenek dari kakak beradik tersebut. Akibatnya, korban ME dan DN dilarikan ke RS Syekh Yusuf Gowa untuk pertolongan medis.

“Ini kejadiannya masih proses. Kita belum bisa mengambil kesimpulan. Terkait penganiayaan atau pun hal yang meresahkan, ini masih kondisi tertutup,” kata Lurah Gantarang, Ashari saat ditemui.

Bocah Korban Pesugihan Bakal Dioperasi

Korban pesugihan terhadap bocah berusia dua tahun masih dirawat di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa. Rencananya, bocah malang itu bakal dioperasi pada mata.

Hal itu disampaikan oleh paman korban, Bayu di ruang perawatan RSUD Syekh Yusuf. Dia bilang, operasi pada mata itu akan digelar besok pagi.

“Rencananya besok (hari ini) bakal dioperasi. Tapi alhamdulillah sekarang ini anak sudah membaik. Matanya juga sebenarnya tidak sampai keluar. Masih ada,” katanya, Minggu (5/9/2021). (*)