oleh

Jelang Musda Demokrat Sulsel, Kader Dorong Ulla dan IAS Rekonsiliasi

Any Ramadhani-Partai, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sejumlah kader Partai Demokrat Sulsel berharap Musda Partai Demokrat Sulsel berujung rekonsiliasi. Tanpa perpecahan.

Gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Partai berlambang Mercy itu bakal mempertemukan pertarungan Ni’matullah Erbe (Ulla) melawan Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Keduanya secara terbuka sudah menyatakan keinginannya maju bertarung. Hanya saja, pelaksanaan Musda masih menunggu jadwal DPP.

Ketua DPC Demokrat Maros, Amrullah Nur menyarankan agar IAS dan Ulla duduk bersama untuk menyepakati siapa ketua sebelum diadakan Musda nantinya. “Disarankan pak IAS dan Ulla selaku calon ketua duduk bersama, harus komunikasi,” ujarnya, Senin (6/9/2021).

Menurutnya, pertemuan itu sangat penting untuk menepis isu adanya ketegangan antara IAS dan Ulla. “Ini rekomendasi DPC. Setelah pertemuan maka salah satu harus legowo,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia berharap kandidat yang menyatakan maju di musda harus siap bertarung di Pilgub Sulsel 2024 mendatang. Keinginan itu didasari atas capaian kursi Demokrat yang berada di atas 50 persen atau empat besar di Sulsel.

Pada pileg 2019 lalu, Demokrat mengontrol 10 kursi parlemen, hanya kalah dari Golkar 13 kursi, NasDem 12 kursi dan Gerindra 11 kursi.

“Kita berharap Ketua Demokrat Sulsel yang terpilih nanti harus maju Gubernur Sulsel. Ketua harus punya target politik, jangan sia-siakan keringat kader meraih 10 kursi,” kata Amrullah Nur.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Parepare Rachmat Sjamsu Alam mengatakan, Partai Demokrat memiliki elektabilitas yang kuat berdasarkan hasil survei baru-baru ini.

Untuk itu ia berharap Ketua Demokrat Sulsel maju calon Gubernur Sulawesi Selatan 2024. Dalam dua kali Pemilu Legislatif, Partai Demokrat selalu masuk 4 besar.

“Tentu sebagai partai yang diprediksi dapat memenangkan Pemilu 2024 sebagimana yang dilansir salah satu lembaga survei nasional baru-baru ini maka sudah pasti dan wajib Partai Demokrat Sulsel akan mengusung kadernya dalam Pilgub Sulsel,” kata Rachmat.

Rachmat menyebut dua kader Partai Demokrat yang punya kans maju calon Gubernur Sulsel 2024, yaitu Ni’matullah dan Ilham Arief Sirajuddin. Keduanya kini sudah menyatakan diri ingin maju memimpin Partai Demokrat Sulsel.

Rachmat mengatakan, Partai Demokrat Sulsel punya jaringan politik eksekutif dan legislatif di 24 kabupaten/kota di Sulsel sebagai modal mendorong kader bertarung sebagai calon gubernur. “Apalagi Partai Demokrat di Sulsel mempunyai jaringan yang kuat, termasuk di eksekutif dan di legislatif,” katanya.

Dalam sejumlah kesempatan, IAS mengungkapkan punya ide dan gagasan kepemimpinan yang belum tuntas di Partai Demokrat. Hal itu menjadi motivasi mantan Wali Kota Makassar dua periode itu ingin memimpin kembali Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan.

Aco, sapaannya, mengatakan punya tekad membawa Partai Demokrat memenangi pemilihan legislatif tingkat provinsi Sulawesi Selatan. Aco yang terpilih memimpin Partai Demokrat tahun 2010 lalu mengundurkan diri pada 2014 akibat kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Alasan saya maju musda karena saya pernah memimpin Demokrat tapi tidak tuntas, belum tuntas ide dan gagasan saya. Ada hal yang harus dituntaskan,” katanya.

“Seandainya saya tidak bermasalah hukum tahun 2014, saya yakin kita bisa dapat ketua DPRD Sulsel di Pemilu 2019,” ujarnya.

IAS mengaku punya rasa keterpanggilan untuk membawa Partai Demokrat jadi pemenang pemilu di Sulsel jika dikelola dengan baik. Aco meyakini sejumlah strategi yang pernah ia bangun saat memimpin Partai Demokrat masih relevan ke depan.

“Berdasarkan kejadian politik mendalam, saya berkesimpulan, kalau saya diberi kesempatan Insya Allah saya bisa bawa Partai Demokrat jadi pemenang pemilu,” ujarnya.

Sementara itu Ni’matullah Erbe juga menyatakan keinginannya melanjutkan kepemimpinan Partai Demokrat Sulsel. Namun kata Ulla, musda adalah ajang konsolidasi kader untuk memperkuat struktur dan infrastruktur partai, tidak boleh jadi ajang pertarungan yang menyebabkan perpecahan.

“Belum sementara ini (konsolidasi DPC). Saya selalu bilang musda itu momentum konsolidasi, memperkuat kader, solid, tingkatkan respon kepada masyarakat. Kita tetap on the track pada cara berpikir itu,” katanya.

Sementara itu, Direktur Nurani Strategic, Dr Nurmal Idrus menilai Demokrat adalah parpol besar di Sulsel yang selama ini selalu hilang dipercaturan kontestasi Pilgub.

Mereka hanya menjadi pelengkap di tengah euforia parpol lain dalam mengendalikan kontestasi Sulsel. “Padahal, kursi yang mereka miliki tak pernah kurang dari 50 persen dari total kursi minimal untuk mengusung paslon,” katanya.
Olehnya kata dia, jika parpol ini ingin terus berkembang maka mereka harus berani mendorong kadernya dalam persiapan menuju kontestasi Pilgub Sulsel itu.

“Namun, kita belum mendengar ada upaya itu ketika parpol pesaing lainnya sudah punya jagoan. Demokrat harus punya jagoan di Pilgub Sulsel 2024 entah itu di posisi 01 atau 02,” pungkasnya. (*)