oleh

Masyarakat Sulsel Urutan Kedua Pengguna Rokok Ilegal

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM– Tren penggunaan rokok ilegal di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan.

Hal tersebut diungkapkan Noegroho, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Selatan. Menurutnya peningkatan pungutan cukai untuk rokok berkorelasi dengan peningkatan jumlah penggunaan rokok ilegal di masyarakat, “Sasarannya jelas, masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di pegunungan maupun di pesisir,” ujar Noegroho dalam acara Media Gathering yang di gelar, Selasa (7/9).

“Target cukai hanya menurunkan penggunaan rokok legal namun penggunaan rokok ilegal semakin bertambah, Sulsel salah satu daerah dengan pengguna rokok ilegal terbanyak kedua di Indonesia atau sebesar 6,8 persen,” sambungnya.

Padahal kata Niegroho, pembuatan rokok ilegal sangat tidak higenis dan menggunakan bahan bahan sisa bahkan berbahaya.

“Saya pernah mendapati pembuatan rokok kretek dengan bahan sangat tidak higenis. Saat harga cengkeh mahal, mereka mengganti bahan dengan esens atau perasa cengkeh dan mengubah bahan kretek dari cengkeh menjadi MSG,” beber Noegroho.

Menurut dia, kehadiran rokok ilegal sangat meresahkan karena selain merugikan negara karena tidak membayar cukai, juga sangat merusak kesehatan masyarakat.

“Kenapa rokok ilegal diminati karena sangat murah, perbatang dibawah harga Rp.1.000. Maka jika kawan kawan menemukan rokok murah makan dipastikan rokok tersebut tidak lolos cukai dan mereka biasanya melakukan pemalsuan pita cukai, menggunakan pita cukai bekas, saldon, saltik bahkan tidak memakai pita cukai sama sekali,” ujar Nougroho

selama ini kata dia, pihaknya telah menindak lebih dari 1 juta batang rokok ilegal di Sulsel bagian, “Kita akan terus melakukan penindakan,”pungkasnya.

Sementara untuk pelaku peredaran barang ilegal, pihak Beacukai memberikan edukasi dan mengintenskan komunikasi agar tidak terjadi lagi tindak kejahatan demikian.

“Satu sampai dua kali kita edukasi, tapi jika tetap melakukan hal tersebut berarti selanjutnya kita melakukan penindakan. Adapun daerah yang disasar pengedar rokok ilegal lebih ke daerah terpencil seperti pegunungan dan pesisir sehingga kami akan memfokuskan penanganan di tempat tersebut,”tutupnya. (*)