oleh

Kenali Faktor Penyebab Perilaku Hidup Konsumtif

Any Ramadhani-Edukasi-

KEP TALAUD, BACAPESAN.COM – Sebanyak 813 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo,yang dilaksanakan secara virtual pada 9 September 2021 di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diangkat pada hari ini adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Program kali ini dipandu oleh Debi Glen Firmansyah selaku moderator dengan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Maya Oktharia selaku Digital Entrepreneur dan Public Speaking Coach, Hendro Prastio selaku Entrepreneur, Doddy Kurniawan selaku dosen, serta Sri Rahma Dani selaku pemengaruh. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan dengan menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” tutur Presiden.

Pemateri pertama adalah Hendro Prastio dengan tema “Peran Literasi Digital di Dunia
Marketplace”.

Ia memaparkan beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum memulai usaha digital, yaitu melakukan riset kompetitor yang sesuai dengan usaha yang akan dijalankan, memperhatikan anggaran untuk membiayai usaha, memahami aturan yang akan diaplikasikan dan mempertimbangkan kebutuhan yang diperlukan untuk menjalankan usaha digital.

Sesi dilanjutkan oleh Sri Rahma Dani yang membawakan tema “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online”.

Menurut Sri, penjual sebaiknya menggunakan foto yang memiliki nilai estetika serta kualitas yang terbaik untuk produk-produk yang ditawarkan agar toko terlihat profesional.

Maya Oktharia selaku pemateri ketiga membawakan tema “Peran Literasi untuk Mengubah Mindset Konsumtif menjadi Lebih Produktif”.

Dalam sesinya, Maya menjelaskan bahwa gaya hidup konsumtif dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pengaruh budaya, tuntutan gaya hidup, dan mudah terlena akan iklan yang disebarkan lewat media sosial.
Sesi pemberian materi diakhiri oleh Doddy Kurniawan dengan tema “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”.

Doddy mengatakan bahwa di balik kemudahan yang diberikan oleh digitalisasi, terdapat risiko yang dapat terjadi, salah satunya adalah pelanggaran hak cipta. Kemudahan digitalisasi justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki hak atas penggunaan karya untuk menyebarkannya tanpa izin.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Terdapat hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 yang diberikan oleh panitia kepada 10 penanya yang beruntung.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta bernama Sulaiman yang menanyakan
apakah ada cara lain untuk mempromosikan produk bagi penjual yang memiliki modal kecil.
Menurut Sri, untuk melakukan promosi tidak harus menggunakan pemengaruh yang memiliki banyak pengikut, namun dapat juga meminta ke orang-orang di sekitar.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan
secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)