oleh

Chando Beauty Daily, Make Up Sehat Ala Pegunungan Himalaya

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Makeup dan wanita menjadi dua hal yang sulit terpisahkan. Saat ini, tidak hanya mempercantik, kehadiran produk make juga untuk merawat dan menyehatkan kulit seperti konsep yang di usung Chando Beauty Daily.

Chando Beauty Daily merupakan produk kecantikan dari Jala Group yang masuk di Industri Indonesia pada November 2021 lalu. Kehadiran Chando Beauty Daily melengkapi kebutuhan perawatan kulit wanita Indonesia yang sering bermasalah dengan jerawat, flek hitam akibat menkonsumsi obat kontrasepsi maupun mencegah penuaan dini dengan anti aging.

Beauty Makeup berpengalaman yang telah mengantongi penghargaan Eco Chando ke 8, Nur Kalsum mengungkapkan kehadiran Chando di Indonesia menjadi solusi perawatan kulit yang melengkapi keseharian wanita Indonesia yang biasanya memiliki banyak keluhan pada kulit wajah.

“Chando Beauty Daily merupakan solusi perawatan kulit yang biasa ditemui wanita seperti kulit sensitif, dan kulit berjerawat, juga dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan seperti flek hitam, efek racikan dan efek mengkonsumsi pil KB,” ujar Kalsum, Minggu (12/9).

Tidak hanya mempercantik dan merawat wajah, Kalsum mengungkapkan Chando Beauty Daily juga dapat membantu perekonomian masyarakat ditengah pandemi, “Ibu rumah tangga dapat memperoleh keuntungan hingga 25 persen saat menjadi reseller Chandow. Ini dapat membantu ibu ibu terutama karena saat ini pandemi yang mengharuskan kita berada di rumah. Harga produk Makeup ini untuk satu paketnya 1 paket Rp1.099.000 hingga Rp1.500.000,” ujar Kalsum.

Sejalan dengan itu Sales marketing Himalaya Inspira, Tenri Aulia mengungkapkan meski Chando Beauty Daily terbilang baru di Indonesia tetapi eksistensinya di China hampir mencapai 20 tahun.

“Chando Beauty Daily terbuat glesir water yang sangat bagus untuk kulit wajah karena berasal dari pegunungan Himalaya. Produknya pun dikembangkan dengan riset yang luas sebelum di pasarkan. Sebelum di launching, dilakukan penelitian di China Jepang dan Korea sebanyak 60 kali untuk menjamin mutu sebelum dinyatakan layak edar di pasar,” pungkasnya. (*)