oleh

Balai Kota Digarong Orang Dalam, Barang Milik Dinas Raib Digondol Maling

Any Ramadhani-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kantor Balai Kota Makassar tak aman. Gedung yang berada di Jalan Ahmad Yani tersebut dibobol maling, sejumlah barang berharga berhasil dibawa kabur pelaku.

Aksi pencurian itu terjadi di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di gedung itu. Masing-masing di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, peristiwa kehilangan sejumlah barang inventaris yang berada di ruangan kerja Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) dan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) yang menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.

Danny—sapaan akrabnya, mengganggap kantor Balai Kota Makassar saat ini tidak lagi aman. Buktinya kata dia dengan terjadinya kehilangan sejumlah barang itu menandakan situasi di kantornya tidak lagi aman.

“Tandanya Balai kota tidak steril, dibutuhkan sterilisasi total,” kata Danny.

Peristiwa kehilangan sejumlah barang berharga milik dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah berlangsung lama. Namun, dirinya baru mendapatkan laporan setelah kejadian itu viral di media sosial. “Ternyata kejadian sudah lama. Bukan kejadian baru. Masih jaman sebelum pergantian Plt kadis,” jelasnya.

Meski demikian, Wali Kota Makassar itu sangat menyesalkan adanya kejadian kehilangan barang yang merupakan inventaris dari dua dinas tersebut. Kedepan, Danny akan segera melakukan pembenahan di Balai Kota Makassar, termasuk sistem keamanannya.

“Sangat disesalkan dan segera kita akan benahi total balai kota,” ujarnya.

Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Makassar, Iqbal Asnan menyebutkan kejadian yang terjadi di Balai Kota Makassar bukan merupakan tindak pidana pencurian tapi kehilangan. Bahkan, dia menuding ada kesengajaan sehingga terjadi peristiwa tersebut.

“Pencurian itu kalau ada bekas pintu dicungkil atau kerusakan lemari. Setiap barang ada penanggung jawabnya, saya ini bukan yang jaga lacinya di OPD,” jelasnya.

Dia menjelaskan, kehilangan barang milik OPD setelah ada pejabat baru. Modus barang hilang dinilainya sebagai ‘lagu lama’ yang dilakukan oknum pejabat.

Sehingga, ia meminta agar penanggungjawab barang agar bertanggungjawab atas hilangnya barang tersebut. Iqbal pun tak ingin OPD yang dipimpinnya dituding lalai menjaga keamanan Gedung Balai Kota Makassar. “Kalau Balai Kota hilang saya tanggung jawab, kalau pintunya OPD dicungkil berarti bahwa patroliku tidak efektif,” jelasnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar, Husni Mubarak menjelaskan, pencurian inventaris kantor baru diketahui setelah pegawai ingin menggunakan barang tersebut. Aksi ini diduga dilakukan Sabtu atau Minggu saat tak ada aktivitas.

“Ini aksi pencurian. Mereka mengambil barang yang mudah diambil,” tandas Husni Mubarak, Selasa (14/9).

Sambung Cunni—sapaan akrabnya, barang yang dicuri di Dispora Makassar diantaranya laptop, printer, kertas sebanyak 20 rim, tinta dan kamera DSLR. Kerugian ditaksir senilai Rp30 juta. “Kita sudah laporkan ke polisi. Kejadiannya ini kayaknya Sabtu atau Minggu,” bebernya.

Cunni menyayangkan aksi pencurian di Balai Kota Makassar. Pasalnya, kantor Wali Kota Makassar itu dilengkapi dengan kamera pengawas alias CCTV dan personel Satpol PP yang berjaga di pintu masuk.

“Kalau di Dispora tidak ada CCTV tapikan ada di luar. Kita harap kejadian ini bisa memperketat penjagaan di pintu masuk,” paparnya.

Barang milik Dispora Makassar yang dicuri ini juga nyaris sama dengan barang milik SKPD lain. Pelaku dengan mudah beraksi di Kantor Balai Kota Makassar yang dijaga Satpol PP Makassar.

“Iya betul (pencurian), kalau total mungkin nilainya kurang lebih Rp100 jutaan, itu ditempatku,” kata Sekertaris Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PP-KB) Kota Makassar, Ita Anwar.

Pelaku diduga beraksi seorang diri. Ia mengasak sejumlah barang berharga milik Kantor di Balaikota Makassar, aksi ini dilakukan saat kantor dalam keadaan sepi.

“Ada kamera harganya itu 30 jutaan diambil, kemudian laptop 2, warles, kertas dan tinta 70 botol. Soal laporan polisi nanti saya coba tanya staf,” jelasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Informatika dan Komunikasi (Infokom) Kota Makassar, Denny Hidayat menyampaikan, pengawasan keamanan melalui CCTV bukan menjadi tanggungjawabnya.

“Bukan di kami. Kalau CCTV dalam gedung Balai Kota itu merupakan tanggungjawab Bagian Umum,” singkatnya.
Kepala Subbagian Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS, mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut.

“Saya belum cek, saya baru liat di televisi ini, saya belum tahu apakah di Polsek Ujungpandang atau di Polrestabes pelaporannya,” imbuhnya. (*)