oleh

Adaptif dengan Digital dan Pacu Anak untuk Mengambil Manfaat Internet

Any Ramadhani and Hikmah-Bone-

BONE, BACAPESAN.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital”

di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 17 September 2021 di Bone, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Kegiatan dengan tema “Melindungi Anak dari Kejahatan Dunia Maya” ini dihadiri oleh 630 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi.

Webinar kali ini dipandu oleh Arie Mega sebagai moderator dan menghadirkan empat
narasumber.

Masing-masing yakni, praktisi media & Digital Trainer, Steven Sondakh; pemengaruh & naravlog, Jemianto Allokendek; peneliti & pegiat budaya dan sosial, Badruzzaman; serta peneliti dan pendidik, Nur Wahyuni. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Selanjutnya, Steve Sondakh sebagai pembuka sesi materi, tampil membawakan tema “Keterampilan Digital dan Belajar
Online”.

Menurut Steve, berdasarkan data pada 2019 lalu, 48,2% anak-anak di bawah usia 17 tahun telah mengakses internet dan 75,8% diantaranya menggunakan media sosial.

Sayangnya, kompetensi guru di bidang teknologi digital hingga kini kurang maksimal. “Guru dan orangtua jangan malu untuk terus belajar demi melindungi anak dari kejahatan di dunia maya,” ujarnya.

Selanjutnya, Jemianto Allokendek menyampaikan paparan berjudul “Melindungi Anak dari Kejahatan Dunia Maya”.

Ia mengatakan, orang tua merupakan teladan bagi anak, termasuk dalam penggunaan gawai dan internet. Oleh sebab itu, dampingi si buah hati ketika bermain gawai dan dorong agar bisa produktif memanfaatkan internet.

“Manfaat internet luar biasa jika anak-anak dipacu untuk memanfaatkannya,”

Pemateri ketiga, Badruzzaman, memaparkan materi bertema “Literasi Digital bagi Guru dan
Siswa”. Menurut dia, di era digital, guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan
teknologi, salah satunya kreatif memanfaatkan aplikasi e-learning.

Selain itu, orang tua juga berperan penting dalam proses pendidikan anak sekaligus pembinaan karakternya.

“Fasilitasi kebutuhan pendidikan anak, seperti komputer, kuota, sumber, dan alat belajar,” imbuhnya.

Adapun Nur Wahyuni, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul
“Berinternet Aman dan Sehat untuk Anak”. Ia mengatakan, beberapa indikasi anak kecanduan internet, antara lain: sulit lepas dari gawai, kerap memeriksa status, banyak menghabiskan
waktu dengan internet, sering memakai gawai saat makan, jarang berinteraksi dengan orang
lain, dan merasa gawai lebih penting dari tugas sekolah.

Tindakan yang harus dilakukan orang
tua, misalnya membatasi waktu berinternet, memberi pengertian, serta lakukan kegiatan
bersama.

“Alihkan perhatiannya agar tidak lagi menghabiskan waktu dengan internet,” kata dia.

Selanjutnya, Arie Mega sebagai moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, 10 penanya terpilih berhak mendapatkan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif.

Salah seorang peserta, Rida Hasibuan, bertanya tentang peran orang tua yang ideal dalam
membantu proses pembelajaran daring anak.

Menanggapi hal tersebut, Jemianto Allokendek
mengatakan, ruang kelas digital yang dipersiapkan guru dalam pembelajaran daring harus didukung orang tua. Yakni, dengan mempercayakan kelas tersebut pada guru, dan hanya memantau secara terbatas sekaligus mengajarkan jika telah berada di luar jam belajar.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan
secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)