oleh

LP3M Unismuh Sosialisasi Drainase Bersilinder Pori di Daerah Langganan Banjir Gowa

Any Ramadhani and Hikmah-Kampus-

GOWA, BACAPESAN.COM – Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar sosialisasi penerapan model saluran drainase bersilinder pori berwawasan lingkungan.

Penelitian yang di danai oleh LLDikti tersebut dilaksanakan sejak 2018 lalu dan bertujuan untuk menghadirkan model saluran drainase menggunakan silinder berpori yang mampu menekan genangan dan mencegah banjir sekaligus menampung cadangan air yang bisa dimanfaatkan warga.

Ketua Peneliti Silinder Berpori, Dr. Ir. Nenny menjelaskan, penelitian yang dipimpinnya ini telah berlangsung selama tiga tahun dan berada di tahap sosialisasi dan penerapan ke lapangan.

“Ini bagian dari penelitian yang di danai LLDikti dimana penelitian ini dilakukan sejak tahun 2018 lalu. Jadi ini tahun ketiga penelitian kami dan sudah melakukan aplikasi ke lapangan,” ujar Nenny, Minggu (19/9).

“Hasil penelitian kami ini kemudian kami terapkan di Jalan Batesalapang Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu kabupaten Gowa. Adapun penelitian kami ini menggunakan silinder berpori yang diharapkan mampu mereduksi genangan sehingga tidak lagi terjadi banjir,” sambungnya.

Nenny melanjutkan, keberhasilan penelitian yang diembannya tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar.

“Kami memilih penerapan penelitian ini di Tamarunang karena hampir setiap tahun terjadi banjir, kemudian di daerah ini memiliki jenis tanah lempung yg mengandung tanah liat, pasir yang dapat mereduksi dan menampung cadangan air. Kami juga berharap kerja sama masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua komisi 3 DPRD Kabupaten Gowa, Andi Lukman Naba menyambut baik adanya penelitian ini. Sebab daerah Batesalapang Kelurahan Tamarunang ini merupakan daerah langganan banjir.

“Banjir di daerah ini sudah terjadi sejak 7 tahun yang lalu, dan sayara rasa sudah sangat meresahkan masyarakat. Adanya program ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi lingkungan sehingga tidak ada lagi banjir,” harapnya. (*)