oleh

Pemkot Makassar Pecat 23 ASN

Any Ramadhani-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tak main-main soal sanksi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bandel. Hingga, 14 September tahun ini saja, jumlah ASN kena sanksi mencapai 62 orang. 23 diantaranya dipecat.

Kepala Sub Bidang Penilaian Kinerja ASN Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Rosnaidah menjelaskan, ada peningkatan terkait pemberian sanksi ASN dari tahun sebelumnya.

“Tahun lalu itu, ada 30 orang kena sanksi ringan, sedang hingga berat. Tahun ini meningkat menjadi 62 orang, itu hingga pertengahan September 2021,” ujar Rosnaidah, Minggu (19/9).

Ia merinci, pemberian sanksi disiplin dengan kategori ringan hingga September 2021, sebanyak 19 ASN. Mereka ini mendapat teguran tulis. Berdasarkan data, angka ini menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 22 ASN.

“Kalau sanksi kategori sedang, catatan kita itu sembilan ASN. Tahun lalu, sepuluh orang,” ungkapnya.

Sementara hukuman disiplin berat, sambung Ros–sapaan akrabnya menyampaikan, ada peningkatan mencapai 34 ASN dengan jenis sanksi yang berbeda-beda. Padahal, tahun 2020 tak satupun ASN mendapat teguran kategori berat ini.

Rinciannya, ASN yang mendapat hukuman disiplin berat dengan jenis penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun ada dua orang. Pembebasan dari jabatan atau non job, ada sembilan orang.

“Kalau dipecat ada 23 ASN. Jenisnya, pemberhentian dengan hormat tidak atas perintah permintaan sendiri sebagai PNS ada 16 ASN,” jelasnya.

“Pemberhentian tidak hormat sebagai PNS ada tujuh orang. Mereka yang kena sanksi itu terkait hukuman pidana,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kinerja dan Penghargaan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Munandar mengatakan, tingkat kedisiplinan ASN sebenarnya tergantung dari kesadaran mereka. Itu, juga tergantung pimpinan.

Sehingga, ia meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa menjadi contoh tentang disiplin. Apalagi, kondisi pandemi semua kemudahan diberikan seperti absensi.

“Disiplin ini kita perlu contoh. Terutama pimpinan OPD memberi contoh,” kata Munandar.

Dijelaskan Munandar, tak ada alasan lagi bagi 10.641 ASN Pemkot Makassar bermalas-malasan apalagi persoalan absensi yang menjadi indikator evaluasi kinerja. Seluruh pegawai boleh absen melalui aplikasi yang disediakan.

“Saat ini kan ada kebijakan Work From Home tapi masih ada saja pegawai yang tidak disiplin. Itu sesuatu yang tidak baik dan tidak bagus untuk ditiru,” paparnya. (int/*)