oleh

Akses Jalan Menuju Pesantren di Desa Sogi Wajo Butuh Perhatian

Any Ramadhani-Wajo-

WAJO, BACAPESAN.COM – Kondisi akses jalanan menuju Pondok Pesantren Al Hadi-Al Islami di Desa Sogi Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo, Provinsi sulawesi Selatan semakin memperihatinkan sehingga menghambat proses belajar dan mengajar, bahkan menghambat akses angkut hasil pertanian.

Jalan yang mengalami kerusakan parah sepanjang 2 Kilometer itu, berada tepat di pesisir saluran air irigasi yang menghubungkan area Bendungan Kelola dan jalur trans Sulawesi.

Jalur tersebut selain menjadi akses utama mencapai lokasi Pondok Pesantren Al Hadi Al Islami, juga digunakan masyarakat petani mengangkut hasil panen seperti Jagung dan Padi.

Pembina Pondok Pesantren Al Hadi-Al Islami, Aksha sangat mengharapkan ada perhatian serius dari Pemerintah, baik Pemda maupun Pemprov bahkan dari Pusat karena kerusakan saat ini semakin parah sehingga sulit sekali dilalui dan rawan kecelakaan.

“Kita hanya butuhkan perbaikan berupa perkerasan jika memang belum bisa di aspal ataukah di beton, agar akses ke Pondok Pesantren Al Hadi-Al Islami dapat dilalui dengan Mantap,” kata Aksha di Sengkang, Senin (27/9/2021).

Dirinya juga menambahkan, akses yang tidak Mantap lagi itu juga membuat proses belajar dan mengajar di Pondok Pesantren Al Hadi-Al Islami menjadi terhambat.

“Perkembangan Pondok Pesantren Al Hadi-Al Islami semakin terhambat jika tidak didukung oleh akses yang Mantap, jadi kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah,” katanya.

Sejumlah Petani yang memanfaatkan jalan tersebut juga berharap banyak kepada Pemerintah agar jalan diperbaiki, karena mereka akan kesulitan mengangkut hasil panen jika kondisi jalan terus menerus seperti itu.

Warga sekitarnya menambahkan, kondisi jalan berkubang sapanjang jalan akan semakin mengalami kerusakan disaat seperti saaat ini, karena hujan yang terus menerus mengguyur.

“Kami kesulitan membawa hasil panen ataupun saat kami akan ke lokasi sawah, bahkan disana sering sekali terjadi kecelakaan kendaraan kami, saat mengangkut hasil panen karena kondisi jalan yang semakin buruk,” kata mereka. (*)