oleh

Inspektorat Telusuri Tenaga Kontrak Fiktif

Any Ramadhani and Armansyah-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai melakukan penelusurian tenaga kontrak fiktif. Sasarannya, Inspektorat Makassar melakukan pemeriksaan di kecamatan sebab tenaga kontrak tersebut disinyalir berada di wilayah ini. Sejauh ini, ada tujuh kecamatan yang telah di periksa.

Plt Kepala Inspektorat Makassar, Siswanta Andi Attas mengatakan, indikasi adanya tenaga kontrak fiktif ini memang menjadi perhatian. Sebab, berdasarkan temuan awal, ada tenaga kontrak yang sudah tidak aktif tetapi namanya masih tercatat.

“Dari 15 kecamatan, baru tujuh yang selesai pemeriksaannya. Hasilnya juga sementara direkap. Insya Allah Senin (hari ini) saya pantau progresnya seperti apa. Kalau sudah ada hasilnya akan kami sampaikan,” ujar Siswanta Andi Attas, Minggu (26/9).

Siswanta mengungkapkan, tenaga kontrak yang disinyalir fiktif itu tercatat dalam surat keputusan (SK) Wali Kota Makassar. Namun, ia belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Masih menunggu hasil pemeriksaan.

“Sementara saya minta dan kumpulkan datanya dari Kasubag Pelaporan, kecamatan apa saja yang sudah selesai,” ucapnya.

Temuan tenaga kontrak fiktif ini sudah berulang kali mencuat. Pada 2020 lalu, jumlah tenaga kontrak di Pemkot Makassar sebanyak 8.449 orang. Sedangkan di 2019, tecatat ada 8.817 orang. Kala itu Inspektorat Makassar menemukan 396 tenaga kontrak yang disinyalir fiktif pada 2019.

Temuan tersebut berdasarkan hasil verifikasi di 51 organisasi perangkat daerah (OPD). Penelusuran dilakukan lantaran jumlah tenaga honorer yang bergerak-gerak. Sehingga menimbulkan kecurigaan dari legislator DPRD Makassar.

“Kalau dalam hasil audit ada temuan kita pasti beri sanksi sesuai aturan yang ada. Hanya saja kita lihat apakah yang bersangkutan yang bersalah ataukah ada pihak lain juga ikut terlibat dalam kesalahan itu,” bebernya.

Terpisah, Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Kota Makassar, Sulaeman mengatakan masih melakukan pemeriksaan di 15 kecamatan yang diduga ada tenaga kontrak fiktif.

“Biarkan dulu kita bekerja, nanti sekalian hari Senin kalau sudah rampung semuanya kita kasi datanya supaya jelas, sabar dulu,” singkatnya.

Sementara, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan akan melakukan tes ulang untuk ribuan tenaga kontrak di Kota Makassar. Pasalnya, data yang masuk mencapai 11 ribu orang padahal kebutuhan hanya 8 ribu.

“Tenaga kontrak saya akan tes kembali, semua mulai dari nol kita susun. Tenaga kontrak lama ataupun baru,” tegas Danny—sapaan akrabnya.

Danny juga akan memberikan reward kepada tenaga kontrak terbaik. Tujuannya untuk memotivasi tenaga kontrak agar bisa tetap bekerja maksimal.

“Jadi nanti ada tenaga kontrak terbaik bulan ini, begitu juga dengan OPD. Mereka yang berkinerja bagus kita beri tunjangan,” ungkapnya. (*)