oleh

Manfaatkan Lokapasar, Transformasi ke Bisnis Online Agar Usaha Tak Semakin Tertinggal

Any Ramadhani and Hikmah-Sidrap-

SIDRAP, BACAPESAN.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 29 September 2021 di Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan
pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Go Digital Kalau tak Mau Bisnis Tertinggal”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, praktisi pertanian
& Owner AFAea Agrotis, A Syahruni Aryanti; pemengaruh gaya hidup, Andi Fatmalia Djabir;
pegiat literasi dan praktisi hukum, Muhammad Dava Manossoh; DasterPreneur, Azura Bcs.
Sedangkan moderator yaitu Rachman Pratama. Kegiatan webinar yang diadakan secara gratis ini diikuti oleh 749 peserta dari berbagai kalangan.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia
Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Tampil berikutnya adalah A Syahruni Aryanti yang menyampaikan tema “Strategi Digital Marketing Petani dan Nelayan di Masa Pandemi Covid-19”.

Menurut Syahruni, kendala utama dalam pemasaran produk pangan, antara lain ketersediaan produksi, panjangnya jalur pemasaran, fluktuasi harga dan kualitas
produksi, serta masih rendahnya nilai tawar di tingkat produsen.

Di era digital ini, beberapa trik dapat dilakukan demi meningkatkan penjualan, misalnya membuat merek dan logo yang menarik, merambah ke e-pasar serta media sosial, lakukan riset tren pasar, serta disiplin evaluasi berdasarkan hasil pemasaran.

“Pembinaan petani selama ini lebih menitikberatkan pada praktik budidaya dan belum mengarah pada praktik pemasaran,” jelasnya.

Selanjutnya, Andi Fatmalia Djabir menyampaikan paparan berjudul “Sosialisasi E-Market bagi Para Pelaku UMKM”.

Ia mengatakan, salah satu cara usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat bertahan di tengah pandemi yakni karena mampu bertransformasi menjadi usaha digital
atau bisnis daring. Misalnya, memanfaatkan aplikasi manajemen stok serta pembukuan dan
kasir, digital marketing, pembayaran daring, optimalkan aplikasi Whatsapp Business, serta
bergabung dalam e-market dan lokapasar.

“Pilih lokapasar yang sudah dikenal banyak orang, sehingga pembeli lebih mudah memutuskan untuk membeli,” tuturnya.

Pemateri ketiga, Muhammad Dava Manossoh, memaparkan materi bertema “Cara dan Legalitas Membayar Tagihan Online”.

Menurut dia, pembayaran tagihan layanan secara daring merupakan cara mudah untuk bertransaksi kebutuhan harian atau bulan secara cepat dan mudah. Transaksi bisa melalui m-banking pada gawai, internet banking, SMS banking, atau uang elektronik pada kartu atau dompet digital.

“Pastikan aplikasi pembayaran yang digunakan telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.

Adapun Azura Bcs, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Pilihan Investasi Aman dan Menguntungkan di Masa Pandemi”.

Ia mengatakan, investasi yang dapat menjadi pilihan warganet, antara lain deposito, reksadana, emas, Surat Berharga Negara (SBN), saham, forex, properti, unit link, serta waralaba.

Adapun kiat berinvestasi secara aman, adalah pilih platform dan jenis investasi yang tepat, membagi modal yang dimiliki, mulai dengan nilai yang kecil, memperhatikan laporan inflasi, serta jangan berlebihan.

“Cek apakah perusahaan atau penyelenggara investasi tersebut memiliki rekam jejak yang baik,” pesannya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, Rachman Pratama memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Mereka tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan.

Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi
10 penanya terpilih. Webinar Literasi Digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak
pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan
secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik
informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)