oleh

Mayoritas Parpol Sepakat Pemilu Diundur

Any Ramadhani-Partai, Pemilu, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah mengusulkan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berlangsung pada 15 Mei. Sebelumnya pemerintah telah menyiapkan empat simulasi pelaksanaan pesta demokrasi 2024, antara lain 24 April, 6 Mei, 8 Mei dan 15 Mei.

Sejumlah parpol di Sulsel menegaskan tak masalah pemilu diundur ke 15 Mei 2024. Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mengatakan, selaku ketua partai akan mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah dan pihak penyelenggara.

Anggota DPR RI itu menuturkan, apa menjadi keputusan KPU adalah hasil dari rapat bersama Komisi II serta Mendagri.

“Pada dasarnya kita parpol selaku peserta pemilu jalani tahapan. Baik Pemilu mundur atau maju kita akan ikuti tahapan,” jelasnya.

Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy P Goni mengatakan, PDIP selaku peserta pemilu tak keberatan jika pemilu harus mundur. Meski belum ada jadwal pasti sehingga apapun wacana berkembang di tingkat pusat, maka sebagai pengurus partai politik tetap mengikuti.

“Jadi, tak keberatan soal maju atau mundur pemilu. Yang jelas kita peserta pemilu siap siaga jika pemilu digelar kapan saja,” terang anggota DPRD Sulsel itu.

Ketua OKK DPW NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin juga mengaku akan mengikuti apa yang keputusan pemerintah pusat dan KPU.

“Yang jelas kita NasDem terus ikuti perkembangan. Soal waktu pelaksanaan kita berpatokan pada kesepakatan bersama pemerintah dan penyelenggara pemilu,” singkatnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin mengatakan, pihaknya mengikuti apa yang diinginkan oleh penyelenggara pemilu. “Kami ikut saja putusan KPU,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya sudah mempersiapkan diri sejak awal, apakah Pemilu itu nantinya akan berlangsung pada Februari atau diundur pada pada bulan Mei atau bersamaan dengan Pilkada. “Kami siap, kapan saja,” ucapnya.

Wakil ketua DPRD Sulsel ini menyebutkan, pemerintah, KPU dan DPR RI sudah memikirkan kapan pelaksanaan Pemilu terbaik menurut mereka.

“Tentu DPR RI, penyelenggara dan pemerintah sudah memikirkan yang mana tidak ribet, jadi kita percayakan saja,” pungkasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengkaji usulan pemerintah yang akan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada 15 Mei. “Sedang kita kaji, tentunya dalam perspektif penyelenggara pemilu dan juga mengacu dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada,” kata Ketua KPU Ilham Saputra.

Dia mengatakan, jika penyelenggaraan Pemilu 2024 jadi ditetapkan pada 15 Mei, maka akan ada pertimbangan-pertimbangan yang akan disampaikan KPU.

“Kalaupun nanti, misalnya, (jadi) 15 Mei, tentu ada pertimbangan-pertimbangan lain yang akan kami sampaikan dalam konsinyering sebelum RDP (rapat dengar pendapat), mungkin pembicaraan suatu dinding terlebih dahulu pada hari ini dan kita bicarakan lagi pada konsinyering berikutnya,” ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah mengusulkan agar Pemilu 2024 digelar pada 15 Mei 2024.

Hal itu berdasarkan hasil rapat internal yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menko Polhukam, Menseskab Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Kemudian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, serta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Budi Gunawan.

Mahfud dalam pernyataan resminya lewat akun YouTube Kemenko Polhukam menjelaskan pemerintah telah melakukan simulasi tentang tanggal pemilihan, pemungutan suara presiden, dan legislatif pada 2024.

“Ada tiga pilihan tanggal pemilu, yakni 24 April, 15 Mei, 8 Mei atau 6 Mei,” tuturnya. (*)