oleh

Waspada, Tidak Semua Pinjol Kantongi Izin OJK

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

TORAJA UTARA, BACAPESAN.COM- Pinjaman Online (Pinjol) belakangan menjamur ditengah masyarakat.

Iming-iming proses pengajuan pinjaman cepat dan bunga rendah bak angin segar bagi masyarakat yang memang membutuhkan uang.

Kehadiran Pinjol semakin mendapat tempat setelah covid 19 menerjang dua tahun belakangan, alhasil jasa pinjol laris manis.

Kurangnya pemahaman masyarakat serta bahaya yang ditimbulkan jika menggunakan jasa Pinjol ilegal semakin memperpanjang daftar keluhan akibat Pinjol.

Salah satu yang heboh adalah kasus guru honorer yang menggunakan jasa Pinjol dengan jumlah pinjaman Rp3,7 juta namun membengkak menjadi Rp206 juta.

Atas hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan jasa Pinjol.

Menurut Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Ferdian Ario Sasongko, tidak semua Pinjol yang terdaftar di OJK memiliki izin.

“Saat ini ada 114 Pinjol yang yang terdaftar, namun tidak semua yang terdaftar memiliki izin. Makanya kita dorong agar konsumen cerdas, sehingga mereka tau nama entitasnya karena bisa saja nama aplikasi dan logo sama, itu yang biasa disalah gunakan dibikin semirip mungkin,” ujar Aryo dalam media Gathering bersama awak media di Hotel Misiliana, Senin (5/10).

Yang perlu diperhatikan kata Aryo dan dilihat ketika kita melakukan perjanjian utang piutang, baik itu secara digital adakan pihak terikat ada disitu.

“Itu yag harus kita cek nama PTnya apa, nama aplikasi apa, tanda terdaftarhya berapa,” pungkas Aryo.

Adapun data Pinjol terdaftar kata Aryo akan di update secara berkala oleh OJK, “jika ada Pinjol yang tak memenuhi persyaratan akan kami update kembali,” sambungnya.

Terakhir, Aryo berpesan agar masyarakat menggunakan jasa Pinjol yang terdaftar dan berizin.

“Kami berharap masyarakat melakukan pemeriksaan dan memanfaatkan Pinjol yang sudah terdaftar dan berizin sehingga masyarakat memiliki payung hukum dan tak dirugikan,” tutupnya. (*)