oleh

Atlet Olimpiade Meriahkan PON Papua, Rahmat Sebet Emas Untuk Sulsel

Any Ramadhani-Metro, Olahraga-

JAYAPURA, BACAPESAN.COM – Atlet angkat besi Sulsel, Rahmat Erwin Abdullah yang sukses mempersembahkan perunggu untuk Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020 turut serta meriahkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Kali ini, putra kelahiran Kota Makassar itu sebet emas untuk Provinsi Sulsel saat bertanding di Auditorium Universitas Cendrawasih, Jayapura, Kamis (7/10).

Berdasarkan hasil pertadingan, Rahmat yang turun pada kelas 81 kg sukses mencatatkan snatch 150 kg dan clean and jerk 190, totalnya 340 kg.

Pelatih Angkat Besi Sulsel, Erwin Abdullah mengaku puas dengan hasil yang diraih oleh putranya pada PON Papua ini.

Ia menjelaskan, pada saat Olimpiade Tokyo 2020, Rahmat mampu mengakat 190 Kg dan itu perolehan medali emas.

Sementara PON XX kali ini, Rahmat melakukan percobaan dengan angkat 200 kg, tapi laki-laki yang baru akan memasuki umur 21 tahun pada 13 Oktober mendatang gagal.

“200kg merupakan percobaan. Andaikan tadi bisa angkat 200 kg maka dia Rahmat yang pertama di Indonesia untuk semua nomor,” papar Erwin.

Disinggung mengenai tempat latihan angkat besi di Sulsel masih kurang. Ewin hanya mengharapkan pemerintah buka mata soal hal itu. “Semoga pemerintah, bisa menjadikan perhatian seperti ini, khususnya latihan angkat besi,” imbuh Erwin.

Sementara, Rahmat mengemukakan, usai PON XX Papua ini, dia masih terus berlatihan untuk kejuaraan Internasional di Uzbekistan pada Oktober ini.

“Kami akan kembali fokus latihan seperti biasa. Apalagi ada agenda kejuaraan di Uzbekistan bulan ini,” singkat Rahmat Abdullah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Andi Arwin Azis menyatakan, medali emas keempat ini sebagai bentuk bagaimana cabang olahraga (cabor) lainnya bisa juga bersemangat.

“Hadirnya medali emas ini bisa mendorong cabor lain untuk termotivasi setelah Rahmat Erwin Abdullah menunjukan yang terbaik,” katanya.

Disinggung soal, di Sulsel tempat latihan masih minim. Andi Arwin hanya menyebutkan harus ada kolaborasi antara pemerintah, KONI dan pengurus Cabor.

“Urusan Olahraga buka urusan segelintir orang saja, tapi urusan bersama, jadi harus bergerak bersama termasuk masyarakat, agar ada sumber daya,” ucapnya.

Apakah Provinsi siap memberikan tempat latihan khususnya angkat besi. Khusus Dispora kata Andi Arwin paling ingin menyiapkan sarana olahraga.

“Tapi kita hanya bisa mengusulkan, bagaimana seluruh stakeholder bisa menghadirkan sarana olahraga,” tutupnya. (*)

.