oleh

Jaksa Kejar Aset Pemkot

Any Ramadhani-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kejaksaan Negeri Makassar masih terus mengejar aset-aset pemerintah kota. Jaksa menerima surat kuasa khusus (SKK) dari pemerintah untuk membantu pengembalian aset tersebut.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Makassar, Ruslan mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya hanya menerima SKK terkait pendampingan hukum dalam penyelamatan aset bermasalah. Seperti fasilitas umum (fasum) di Kelurahan Tello, Kecamatan Panakkukang.

“SKK yang ada cuma yang sidang-sidang saja, yang Pemkot sebagai pihak tergugat, seperti yang di Tello, Barabaraya, itu rata-rata proses Kasasi sekarang,” ujar Ruslan.

Pemerintah Kota Makassar terus mengejar sejumlah aset daerah untuk diamankan. Dalam pengamanan yang berkaitan dengan masalah hukum.

Kepala Bidang Aset, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rachmat Azis mengatakan pihaknya telah SKK kepada Kejari agar aset bermasalah segera diambil alih dengan penguatan sisi legalitas.

“Kami libatkan Kejari sebagai pendamping, juga mengharapkan ada opini hukum sekaligus terjun langsung membantu dalam penyelesaian,” kata Rachmat.

Rachmat menambahkan, pihaknya juga secara bertahap menyerahkan surat kuasa khusus (SKK) kepada Kejari, namun, ia enggan merinci berapa total SKK yang telah diserahkan.

“Saya tidak bisa merinci, tapi sudah ada yang diserahkan. SKK lalu masih dalam proses penyelesaian juga. Kami akan serahkan lagi SKK ke depan untuk beberapa aset bermasalah itu,” ujar dia.

Saat ini pemerintah kota tengah fokus dalam penyelematan aset bermasalah yang dikerjasamakan dan aset yang dikuasai pihak ketiga.

“Ini berlangsung terus, pelan-pelan tapi bergegas. Paling tidak diselesaikan secara administrasi seluruh aset daerah,” imbuh dia.

Sementara, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menyatakan tetap akan mengawal penyelamatan aset-aset daerah. “Aset ini sementara kita susun, tim pemburu aset segera saya bentuk kembali,” singkat Danny.

Beberapa aset yang hendak diselamatkan adalah tanah eks taman hiburan rakyat Kerung-kerung, tanah perumahan karyawan Rajawali, tanah perumahan karyawan Pemkot di kelurahan Manggala. Tanah di kampung nelayan Untia.

Lalu, taman Pasar Cidu, tanah perumahan BTN Minasa Upa Blok D dan K, taman di Perumahan BTN Faisal, pengelolaan Pasar Pergudangan Terminal Kargo, dan Pengelolaan Lapangan Karebosi. (*)