oleh

Jokowi Dinilai Sebagai Pemimpin yang Bernyali Besar dan Bernalar

Any Ramadhani-Nasional, Politik-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Indonesia berhasil keluar dari serangan COVID-19 gelombang kedua lebih capat dari beberapa negara tetangga lainnya, seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research, kini mengeluarkan hasil survei yang memaparkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi dalam menangani pandemi COVI-19.

Temuan survei indEX menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi berada di atas 60,8 persen seiring redanya pandemi.

Apalagi Presiden Jokowi tidak menempuh kebijakan lock down meskipun didesak banyak pihak

Politikus PDI-Perjuangan, Budiman Sudjatmiko memuji langkah presiden yang tidak melakukan lock down. Dia menilai, saat itu Jokowi mencari titik hasil optimal antara kesehatan dan ekonomi.

“Jalanan sudah macet lagi. Jadi ingat saat setengah tahun lalu saya dan rombongan jumpa pak Jokowi yang menjelaskan kenapa tidak lockdown padahal ramai-ramai didesak lockdown: mencari titik hasil optimal antara Health (kesehatan) & Wealth (ekonomi)” tulis Budiman di Twitter-nya, dikutip Jumat (8/10/2021).

Dia mengatakan, banyak yang menanyakan intelektual dan moralitas Jokowi ketika menolak mengambil langkah lock down. Padahal, tak disangka titik optimal antara ekonomi dan kesehatan bisa diraih saat inu

“Padahal saat itu tak banyak yg percaya bahwa titik keseimbangan optimal itu bisa diraih. Intelektualitas Presiden dipertanyakan lah..Moralitas Presiden digugat lah,” ucapnya.

Budiman kemudian menilai kebijakan Jokowi sebagai pemimpin yang bukan dealer. Dia menilai Jokowi sebagai pemimpin yang bernyali dan bernalar.

“Dalam air yang tenang, leader is not a dealer. Dalam air yang bergolak, seorang pemimpin adalah seorang pemimpi dengan (huruf) “n” di belakangnya.. N untuk Nyali. N untuk Nalar” tulis Budiman Sudjatmiko. (int/*)