oleh

Milenial Dominasi Skuad Golkar Makassar

Any Ramadhani-Headline, Partai, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Struktur Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Makassar, akhirnya rampung. Di bawah komando Munafri Arifuddin, skuad Beringin Makassar didominasi milenial.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan yang diterima DPD II, kurang lebih 60 sampai 70 persen pengurus dari kaum milenial. Adapun total pengurus dalam SK itu sebanyak 350 orang.

“Adapun jumlah komposisi pengurus DPD II Golkar Makassar sekitar 350 orang. Representasi milenial kurang lebih 60 sampai 70 persen,” kata Pengurus Golkar DPD II Makassar Irianto Ahmad, dalam konferensi persnya di Kantor DPD II Jalan Lasinrang, Makassar, Rabu (13/10/2021).

Menurut Irianto, dominasi kaum milenial pada pengurus Golkar Makassar bukan tanpa alasan.

“Banyak dari kaum milenial karena ini tuntutan era saat ini. Ada juga etnis tionghoa, akademisi juga ada. Jadi ini merupakan kompilasi beberapa elemen di kepengurusan kami,” ujarnya.

Dalam SK itu, untuk posisi Sekretaris dipercayakan kepada Muhammad Irianto Ahmad. Sedangkan untuk pos bendahara, ditempati oleh pengusaha muda, Ismail Bugis Makkesara. “Posisi sekretaris saya sendiri (Irianto), kemudian bendahara Pak Ismail,” jelasnya.

Sementara untuk pengurus lainnya, Irianto belum mau menyebutkan dengan alasan menunggu Appi sapaan Munafri yang akan mengumumkannya sendiri saat pulang dari luar negeri.

“Pak Ketua (Appi) sedang ada urusan di luar negeri yang tak kalah pentingnya. Jadi setelah beliau pulang, kita akan melakukan rapat pleno pertama bersama 350 pengurus. Sekaligus mengumumkan nama-nama yang masuk dalam kepengurusan,” bebernya.

Irianto menegaskan, SK tersebut ditandatangani Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe dan juga Sekertaris DPD II Andi Marzuki Wadeng. “Kami hanya ingin mengemukakan bahwa SK kami telah terbit, ditandatangani ketua DPD I Taufan Pawe dan Sekertaris DPD I Andi Marzuki Wadeng, tertanggal 27 September 2021,” terangnya.

Irianto mengungkapkan, terlambatnya SK Golkar Makassar ini terbit bukan karena adanya polemik, melainkan karena kesibukan Ketua DPD I Golkar Sulsel menghadiri pelaksanaan Musyawarah Daerah di Kabupaten Kota.

“Jadi bukan karena ada polemik, hanya kesibukan ketua DPD I pada musda di 24 kabupaten dan kota. Itu alasan paling tepat karena SK tidak ada diubah, berdasarkan usulan formatur,” tegasnya.

Gemuknya jumlah kepengurusan ini, kata Irianto tentu akan tetap menjadi perhatian dari Ketua DPD II Golkar Makassar untuk nantinya dilakukan evaluasi dan melihat siapa pengurus yang aktif dan tidak aktif. Bahkan, keseriusan pengurus untuk membesarkan Partai Golkar juga telah ditegaskan melalui Pakta Integritas yang telah ditandatangani.

Sementara itu, mantan Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Wahab Thahir mengatakan, tak masalah jika dirinya tidak masuk di penguurus Golkar Makassar yang baru.

“Soal diberdayakan atau tidak, tentu DPD I dan DPD II punya skenario dan parameter objektif. Tidak mungkin ada kader terabaikan, prinsip Golkar,” tuturnya.

Meski demikian, dia menegaskan siap sebagai kader untuk membesarkan Golkar jika diberikan amanah masuk pengurus nanti. Apalagi dirinya selaku anggota DPRD Golkar Makaassar. “Kita siap, yang penting kita tidak dipecat karena bisa hilang hak dan kewajiban,” pungkasnya. (*)