oleh

Target Meleset di PON XX Papua, KONI Sulsel Salahkan Pemerintah

Any Ramadhani-Headline, Olahraga-

JAYAPURA, BACAPESAN.COM – Kontingen Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan gagal mencapai target masuk 10 besar klasemen medali pada pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang berlangsung di Provinsi Papua.

Sulawesi Selatan bertengger di posisi 11 dengan 11 emas, 12 perak dan 13 perunggu. Totalnya Sulsel mengumpulkan 36 medali dari semua Cabang Olahraga (Cabor) diikuti. Jelang upacara penutupan PON pada Jumat malam, 15 Oktober 2021,

Meski demikian, posisi 11 lebih baik ketimbang pada PON Jawa Barat 2016 lalu yang berada di peringkat 12. Namun dari segi raihan medali, prestasi kontingen Sulsel pada PON 2016 jauh lebih bagus. Saat itu, Sulsel meraih 12 emas, 23 perak 28 perunggu. Totalnya Sulsel memdapatkan 63 medali.

Dari sebelas medali emas yang didapatkan Sulsel, tiga di antaranya atau yang terbanyak berasal dari cabang olahraga karate. Masing-masing disumbangkan Krisda Putri lewat kata perorangan putri, trio Andi Dasril Dwi Darmawan, Andi Tomy Aditya Mardhana, dan Albiadi di kata beregu putra, dan trio Nur Rizka Fauziah, Magfirah Syamsul Alam, dan Nadya Baharuddin di kata beregu putri.

Berikutnya, tim sepak takraw menyumbang dua emas. Masing-masing lewat nomor kuadran putra dan kuadran putri. Peraih perunggu Olimpiade Tokyo Rahmat Erwin Abdullah turut menyumbang emas bagi Sulsel lewat cabor angkat besi. Lalu medali emas lain didapatkan lewat senam artistik, muaythai, renang artistik, kempo, dan billiar.

Diketahui, kontingen Sulsel ditargetkan masuk peringkat 10 besar di PON XX Papua. Tak tanggung-tanggung, Sulsel mengikutsertakan 32 cabang olahraga (Cabor) pada event olahraga empat tahunan ini.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, Ellong Tjandra tetap bangga atas apa yang telah diraih kontingen Sulsel. “Karena kita kembali mencatat beberapa cabor kembali berjaya,” katanya, Kamis (13/10).

Cabor-cabor mengejutkan karena mampu menjadi juara umum. Seperti renang artistik (satu emas, perak, dan perunggu), sepak takraw (dua emas, satu perak, dan satu perunggu). Lalu ada karate yang melebihi target, tiga emas, dua perak, dan satu perunggu.

Ellong Tjandra mengakui gagal mencapai target pada event PON Papua ini. Menurut Ellong, kegagalan menembus posisi 10 besar karena Cabor unggulan meleset dari target yang telah diberikan.

“Posisi kita tidak maksimal karena beberapa Cabor kita meleset,” kata Ellong Tjandra.

Kegagalan Sulsel menembus posisi ini, tak terlepas akibat gagalnya beberapa Cabor yang tidak mampu mencapai target merebut Medali Emas. Padahal Cabor tersebut merupakan unggulan Sulsel selama ini.

Diantaranya Cabor Dayung, Panjat Tebing, Judo, Pencak Silat, Tinju, Balap Motor, Layar dan Atletik. Beberapa Cabor ini hanya meraih Medali Perak dan Perunggu. Bahkan bahkan gagal total.

“Kita akui ada beberapa cabor yang ditarget justru lepas, sehingga target masih meleset,” ujarnya.

Beberapa faktor yang membuat Cabor gagal mempersembahkan Medali Emas pada ajang ini. Diantaranya kurang perhatian pemerintah dalam menghadirkan venue latihan.

Parahnya lagi, Cabor yang turun pada PON Papua ini tidak mendapat fasilitas terbaik saat melakukan persiapan atau latihan jelang turun PON. Berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

Misalnya, Cabor Menembak, mereka mengeluh karena alat latihan merupakan sisa dari PON Jabar 2016 lalu. Parahnya, mereka masih menggunakan alat atau pistol manual saat latihan. Sementara di pertandingan PON alat yang disediakan oleh Panpel PON sudah elektrik.

Pelatih Tarung Derajat Sulsel, Umar Sukmara tak menampik, target anak asuhnya, meleset dari perkiraan. Meski demikian, kata Umar, seluruh anak asuhnya sudah mengerahkan kemampuan terbaiknya.

Atas raihan di PON XX Papua ini, sebut Umar, hal yang menjadi bahan evaluasi diantaranya berupa fasilitas latihan harus segera dilengkapi dan harus perbanyak try out, karena kurangnya jam terbang bertanding atlet jadi kurang maksimal dipenampilannya.

“Saya jalankan program latihan tapi bagaimana saya bisa lihat hasilnya kalau tidak ada try out, nah di situ kan saya evaluasi kekurangannya,” jelas Umar. (*)