oleh

Syarat Turun Level, Daerah Wajib Percepat Vaksinasi

Any Ramadhani-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Pusat telah memasukkan indikator vaksinasi sebagai syarat dalam penurunan status level PPKM.

Untuk mendukung itu melalui Kementerian Dalam Negeri telah dikeluarkan aturan teknis sebagai dasar perpanjangan PPKM yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3 Level 2, dan Level 1.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Sulsel per tanggal 16 Oktober 2021, saat ini capaian vaksinasi Sulsel secara umum mencapai 36,57 persen vaksinasi 1 dan 22,89 persen.

Untuk vaksinasi dosis 2 hanya ada tiga daerah yang mencapai target vaksinasi 50 persen yakni Makassar, Parepare dan Tana Toraja. Paling minim adalah Bone, Bulukumba, dan Jeneponto.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan telah mengingatkan pemerinah kabupaten dan kota untuk mempercepat vaksinasi di daerahnya.

“Makanya kita target, mereka juga sudah di beri warning” ujar dia, Minggu (17/10).

Sudirman menyebutkan untuk target 50 persen berbagai langkah sudah dilakukan termasuk dengan menggerakkan mobil vaksinator.

Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Profesor Alimin Maidin mengatakan gelombang Covid-19 masih berpotensi terjadi jika vaksinasi berada di bawah 80 persen.

“Kalau tingkat vaksin itu di atas 80 persen, Covid-19 sudah bisa terkendali. Tapi kalau di bawah 80 persen itu nantinya masih banyak ledakan-ledakan kasus,” ujar dia.

Menurut Alimin, saat ini antusias masyarakat cukup baik dalam mengikuti vaksinasi. Hanya saja masih ada ketakutan di tengah masyarakat. Hal ini yang di khawatirkan akan menjadi sumber carrier virus Corona.

“Memang situasi lebih menggembirakan, karena semakin banyaknya orang sadar dan mau divaksin. Tetapi masih ada yang tidak mau di vaksin karena alasan takut, itu nanti bisa jadi penyebar,” ujanya.

Alimin menjelaskan masyarakat harus paham jika telah menerima vaksin bukan berarti tubuh tidak akan terinfeksi virus tetapi antibodi dalam tubuh telah terlatih sehingga kalaupun kena Covid-19 itu biasanya tidak berat lagi. Tapi kalau belum divaksin atau belum terkena Covid-19 maka tidak ada antibodinya sehingga ketika kena biasanya ini akan parah.

“Tapi kalau belum divaksin atau belum terkena Covid, maka tidak ada antibodinya, ini biasanya berat,” ucapnya.

Namun yang terpenting saat ini Prof Alimin berharap masyarakat tidak boleh lengah meskipun Covid-19 tengah melandai masyarakat tetap wajib menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan.

“Oleh karena itu hal yang paling penting adalah menjaga Prokes meskipun sudah diturunkan levelnya jangan lalai dari cuci tangan, masker, jaga jarak, dan menjaga imunitas tubuh,” imbuh dia. (*)