oleh

GO-JEK Wadahi Komunitas UMKM Kuliner

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM– Sebanyak 43 persen atau sekitar 250 ribu kuliner baru UMKM baru menggunakan platform digital GoFood

sebagai antisipasi kebijakan PPKM yang mungkin saja kembali diperketat.

Hal tersebut menurut Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan sebagai bentuk pertahanan dari imbas covid yang saat ini tengah memasuki tahun ke duanya.

“Walaupun sudah berhasil pivot ke platform online, UMKM kuliner masih menghadapi tantangan dalam memastikan keberlanjutan bisnis. Kami mempelajari bahwa dukungan edukasi dan pengembangan kapasitasmelalui Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) penting dilakukan agar UMKM dapat meningkatkan
keterampilan dan mampu bersaing di tengah kompetisi bisnis kuliner yang semakin ketat,” ujarnya, Selasa (19/10).

KOMPAG yang merupakan pionir wadah komunitas UMKM kuliner di industri digital kini bertumbuh menjadi wadah terbesar yang diikuti oleh lebih dari 107 ribu UMKM kuliner dari 70 kota di Indonesia untuk menambah ilmu, berkolaborasi, dan berjejaring.

Berkat serangkaian program pelatihan dan kesempatan berjejaring KOMPAG, ratusan ribu UMKM kuliner berhasil meningkatkan keterampilan bisnis.

Melanjutkan kesuksesannya, KOMPAG akan
semakin fokus pada dua hal di tahun 2022 mendatang.

“Berkat kegigihan mitra UMKM serta dukungan GoFood, rata-rata pendapatan bulanan mitra UMKM kuliner yang bergabung di masa pandemi hingga kini (Q2 2020 – Q3 2021) meningkat hingga 7 kali lipat. Inilah yang terus memotivasi kami untuk berinovasi dan memperkuat wadah edukasi serta
berjejaring, KOMPAG,” imbuh Catherine.

Dua Survei Lembaga Demografi Fakultas EKonomi & Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bertajuk “Ekosistem Digital Gojek Mendukung Ketahanan Ekonomi melalui Kontribusi yang Berkelanjutan” tambahnya. (*)