oleh

HUT Sulsel, Infrastruktur Naik Kelas Covid-19 Turun Level

Any Ramadhani-Headline, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sulawesi Selatan (Sulsel) kini memasuki usia ke-352 tahun. Perkembangan pembangunan di era kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman mengalami banyak kemajuan.

Di sisi lain, kasus positif Covid-19 di Sulsel juga terus menurun. Bahkan, pemerintah pusat mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh kabupaten/kota di Sulsel turun level menjadi level dua.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulsel, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 18 Oktober sebanyak 38 orang, sembuh 11 orang dan yang meninggal adalah 0 orang.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berkomitmen menyelesaikan program infrastruktur yang menjadi prioritas. Salah satunya program perbaikan jalan lintas strategis.

“Proyek-proyek yang kita pesimis untuk bisa terlaksana seperti pabrik jagung yang tadinya kita tidak tau bisa berjalan atau tidak, kita recovery. Kemudian jalan-jalan lintas strategis tetap bisa kita jalankan tanpa ada hambatan,” ujar Andi Sudirman.

Termasuk Stadion Mattoanging juga akan mulai dilaksanakan secara bertahap. “Kita bekerja Slow But Sure,” terangnya.

Kemudian sistem keuangan masyarakat yang tadinya banyak bermasalah dengan hutang sudah bisa prioritaskan selesaikan.

“Kemudian perbaikan sistem keuangan yang tadinya tidak baik baik saja menjadi tercovery kembali,” terang Andi Sudirman.

Andi Sudirman Sulaiman berharap seluruh jajaran pemerintah daerah pemprov sulsel bekerja secara profesional untuk menghadirkan layanan yang baik kepada masyarakat.

“Harapan saya dengan bersatu dan sipakatau bekerja profesional dan optimisme yang kuat sulsel bisa jauh lebih baik, dan sulsel jauh kita arahakn ke pemerintahan profesional,” ucapnya.

Olehnya, tahun 2021 ini Andi Sudirman berharap seluruh perangkat daerah bisa tetap sabar dan optimis dalam mengerjakan program prioritas, sehingga di tahun 2022 nanti kondisi keuangan Pemprov Sulsel bisa berjalan normal dan maksimal.

Selain itu, salah satu yang menjadi fokus Pemprov di 352 Tahun Sulsel, yakni upaya penyelamatan aset yang akan dilakukan secara perlahan tapi pasti. Dimana ada sejumlah aset pemerintah yang diakuinya harus dimanfaatkan dan diselamatkan.

Seperti halnya, tanah masjid Al Markaz Al Islami yang nilainya triliunan, setelah beberapa tahun kalah dalam sidang gugatan pihak ketiga, akhirnya menang dalam kasasi, Gedung Juang 45 juga sudah diakuisisi oleh Pemprov setelah dikontrak oleh pihak ketiga selama 30 tahun.

“Termasuk tanah tumbuh yang nilainya ratusan miliar yang menjadi kewenangan provinsi harus kita selamatkan. Lego-lego yang tadinya nihil pendapatan kita sudah recovery. Sudah ada pendapatan Rp6 miliar sudah dikelola perusda dengan manajemen yang baik dan nanti akan kembali ke kita lagi,” ujarnya.

Penyelematan aset di Latanete, lanjut Plt Gubernur, secara perlahan juga mulai akuisisi.

“Nanti ada juga 75 yang bisa kita selesikan administrasi dan tahapan proseduralnya. Penyelamatan aset yang sudah menimbun ratusan miliar rupiah anggaran seperti Masjid 99 Kubah yang sudah berapa tahun mangkrak yang sudah Rp120 miliar masuk mau kita tuntaskan,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, ucap Plt Gubernur, nilai-nilai Budaya Kerja Pemprov Sulsel yakni, sinergitas, inovatif, profesional, akuntabel, integritas, dan tanggungjawab atau disingkat Sipakatau dapat diwujudkan dengan bekerja secara perlahan tapi pasti.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Sulsel, Darmawan Bintang mengatakan, perkembangan pembangunan di masa pemerintahan Andi Sudirman Sulaiman mendapat banyak kemajuan.

“Alhamdulillah mendapatkan banyak kemajuan dalam konteks pembangunan,” ungkapnya Senin(18/10/21).

Ia melanjutkan, bahwa semua proyek yang ada di Sulsel tidak ada mangkrak dan akan tetap dilanjutkan.

“Beliau sudah menyampaikan bahwa tidak ada yang berhenti semua tetap dilanjutkan dan konseptual dari konsep perencanaan dan pembangunan itu merupakan bagian dari satu kesatuan,” terangnya.

Ia menggambarkan seperti proyek Stadion Mattoangin yang akan dilanjutkan pembangunannya di tahun 2022 secara bertahap.

“Kemudian yang kemarin misalnya Stadion Mattoangin akan kita lanjutkan pada tahun 2022 dengan konsep yang lebih berbeda dengan yang direncanakan pada awalnya. Karena pertama dari sisi tempat, jumlah, kemudian analisis-analisis terhadap lingkungan itu sehingga grade-nya dan kapasitasnya diturunkan, itu insya Allah kita akan mulai membangun pada 2022,” ungkap Darmawan Bintang.

Selain itu proyek-proyek infrastruktu lain yang akan dilanjukan pengerjaannya seperti pembangunan jalan, jaringan infrastruktur pertanian dan berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Darmawan menambahkan, untuk proyeksi pembangunan tahun 2022 akan tetap bertumpu pada pengembangan ekonomi di daerah terutama dalam penyediaan infrastruktur serta bagaimana mendukung peran Sulsel sebagai lumbung pangan nasional.

“Pembangunan di tahun 2022 itu kita tetap bertumpu agar bagaimana supaya daerah-daerah pengembangan ekonomi itu dapat tetap dilanjutkan terutama dalam penyediaan infrastruktur. Kemudian yang kedua kita tetap mengejar bagaimana mendukung peranan sektor pertanian sebagai salah satu upaya untuk mendukung peran Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional,” tutupnya. (*)