oleh

Sulsel Dapat 57.330 Dosis Vaksin Pfizer

Any Ramadhani-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sulsel mendapatkan 57.330 dosis vaksin Pfizer. Vaksin buatan Amerika Serikat ini sempat bermasalah dalam hal penyimpanan. Lantaran Sulsel tidak memiliki ruang pendingin khusus dengan suhu minus 70 derajat celcius.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Arman Bausar mengatakan, Sulsel hanya memiliki ruang pendingin minus 20 derajat celcius. Makanya, distribusi vaksin Pfizer harus segera dihabiskan dalam waktu satu bulan.

“Kita hanya berikan untuk warga di Makassar. Karena harus dihabiskan sebelum expired. Saat ini Makassar yang paling tinggi animo masyarakatnya untuk mendapatkan suntik vaksin,” jelas dr Arman, Minggu, 17 Oktober.

Karena memiliki struktur yang sama dengan vaksin Moderna, Pfizer hanya diperuntukkan untuk masyarakat yang belum pernah vaksinasi sama sekali.

“Persyaratannya hampir sama dengan Moderna. Pekan depan akan mulai kita laksanakan pendistribusiannya untuk masyarakat,” sambung Dirut RSKD Dadi ini.

Kepala Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Diskes Sulsel, Muhammadong menambahkan, semakin beragamnya jenis vaksin dapat mempercepat akses vaksinasi. Target herd immunity dapat segera tercapai akhir tahun ini.

“Mudah-mudahan kami dapat segera mencapai target 70 persen di akhir tahun nanti,” harap Muhammadong.

Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Anas Anwar Makatutu mengatakan perkembangan ekonomi di Sulawesi Selatan saat ini sudah mulai bertumbuh di masa pandemi. Hal ini dilihatnya dari situasi Covid-19 yang mulai membaik.

“Dilihat dari perkembangan yang ada sekarang, dimana situasi pandemi covid-19 kelihatan sudah membaik, maka tentu ekonomi sudah mulai tumbuh,” ungkapnya, Senin (18/10/21).

Ia melanjutkan perekonomian akan terus membaik jika tidak ada gelombang ketiga. “Kita khawatirkann kalau ada gelombang berikutnya, selama tidak terjadi lagi gelombang berikutnya dari pandemi ini maka pertumbuhan ekonomi pasti akan naik karena masyaraka sudah beraktifitas diluar,” ujarnya.

Dengan demikian, dibukanya tempat-tempat umum seperti mall, pasar dan lain sebagainya itu menyebabkan masyarakat menjadi konsumtif sehingga investasi dapat berjalan.

Anwar menekankan perekonomian di Sulsel masih sangat bergantung pada kondisi pandemi saat ini yang belum tuntas. Sehingga mengibgatkan kepada masyarakat untuk tidak ber euforia dan tetap menjalankan protokol kesehatan karena hal tersebut dinilainya sangat berpengaruh pada aktivitas ekonomi.

“Jadi kondisi sekarang masih sangat tergantung pada pandemi nya karena kan pademi nya belum tuntas hanya sekarang jni musti dijaga jangan sampai oandemi nya kembali makanya kembali lagi protkes harus dijaga karena itu sangat berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi,” tutupnya. (*)