oleh

Satu Tahun Pasca Dirobohkan, Mattoanging Jalan Ditempat

Any Ramadhani-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Proyek renovasi Stadion Mattoanging tidak bergerak maju. Bisa dibilang renovasi pembangunan stadion kebanggaan masyarakat Kota Makassar, Sulawesi Selatan itu jalan ditempat.

Setahun pasca dirobohkan (21 Oktober 2020-21 Oktober 2021), markas PSM Makassar tak kunjung dibangun. Lokasi tersebut hanya ditumbuhi rerumputan yang tinggi dan lubang bekas galian yang sudah menelan korban jiwa.

Padahal, stadion ini direncanakan untuk direhabilitasi menuju stadion berstandar FIFA, menjadi sport center, dan pelaksanaan berbagai event olahraga internasional.

Namun polemik yang bergulir menyebabkan proyek tersebut terkatung-katung. Mulai dari adanya penolakan dari Pemkot Makassar terkait lokasi pembangunan yang disebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW), hingga kesiapan anggaran pembangunannya.

Dari rencana awal, pembangunan Stadion Mattoanging ditargetkan selesai di awal tahun 2022 dengan masa waktu pengerjaan paling lama 18 bulan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Andi Arwin Azis menegaskan, pembangunan stadion baru akan dimulai tahun depan (2022). Dia menyatakan, anggaran sebesar Rp70 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2022 sudah disiapkan.

“Pembangunan stadion di tahun 2022, dengan anggaran Rp70 miliar, itu sudah jelas. Belum ketuk palu, tapi sudah pembahasan di Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS),” ungkap Arwin.

Terkait anggaran tambahan, kata Arwin, pihaknya bakal mengupayakan agar stadion bisa berdiri sebagaimana yang direncanakan. “Nanti kita upayakan dari sumber lain untuk bisa dibangun. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita supaya progresnya bisa selesai,” jelasnya.

Sementara, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memastikan seluruh pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas Pemprov Sulsel akan dilanjutkan. “Stadion Mattoanging juga akan mulai dilaksanakan secara bertahap. Kita bekerja slow but sure’,” ungkapnya.

Andi Sudriman Sulaiman sebelumnya juga usulan Pemkot Makassar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Mattoanging yang disampaikan Wali Kota, Moh Ramdhan Pomanto.

Menurut Sudirman, Pemprov Sulsel tidak menutup diri jika ada kabupaten kota yang ingin membantu pembangunan markas PSM Makassar itu.

“Kalau mau Pemkot, itukan ada namanya bantuan keuangan baik dari provinsi ke kabupaten/kota boleh ataupun kabupaten/Kota ke pemprov juga boleh,” kata Andi Sudirman belum lama ini.

Pemkot Makassar diketahui siap melanjutkan pembangunan Stadion Mattoanging jika Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyerahkan aset tersebut ke Pemkot Makassar.

Kelompok suporter PSM Makassar, Laskar Ayam Jantan (LAJ), melalui Panglima LAJ, Uki Nugraha menyatakan, tak ada kejelasan dari Pemda terkait progres pembangunan Stadion Mattoanging yang menyebabkan PSM terus-terusan menjadi tim musafir.

“Ini tidak ada kejelasan, bukan tidak mungkin akan banyak waktu terbuang dan psm lebih banyak bermain di luar. Itu hasilnya sangat buruk. Yang pasti kita ingin Mattoanging segera berdiri kembali,” jelas Daeng Uki, sapaan akrabnya.

Diketahui, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel telah melakukan penandatanganan kontrak dengan PT Artefak Arkindo, selaku konsultan manajemen konstruksi untuk proyek pembangunan Stadion Mattoanging.

Artefak Arkindo akan berperan sebagai pengawas akan mambantu Dispora selaku penanggung jawab pembangunan Stadion Mattoanging dalam menyiapkan dokumen lelang dini berjalan sesuai ketentuan dan tepat waktu.

Adapun ruang lingkup pekerjaan PT Artefak Arkindo sebagai konsultan manajemen konstruksi meliputi tiga tahap. Yakni tahap perencanaan, pelelangan dan pelaksanaan. Untuk tahap perencanaan, tugasnya antara lain melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat. Meneliti kelengkapan dokumen perencanaan yang meliputi tes laboratorium dan pemeriksaan hasil perencanaan dari sudut efesiensi sumber daya dan biaya, serta kemungkinan keterlaksanaan konstruksi fisik.

Kemudian, membuat laporan review desain pada setiap tahapan penyusunan rencana teknis sebagai acuan persetujuan pengguna jasa yang meliputi gambar perencanaan, Rencana Kerja dan Syarat (RKS), RAB, Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), backup volume pekerjaan, kewajaran harga material, spesifikasi teknis dan outline kriteria penerimaan (pengujian, testing and commissioning).

Pada tahap pelelangan, tugasnya diantaranya membantu pengelola kegiatan dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan konstruksi fisik. Membantu unit layanan pengadaan barang dan jasa atau kelompok kerja atau pejabat pengadaan dalam penyebarluasan pengumuman pelelangan, baik melalui papan media cetak, maupun media elekronik. Juga dalam menyusun harga perhitungan sendiri (HPS) atau owner’s estimate (OE) pekerjaan konstruksi fisik.

Sementara tugas pada tahap pelaksanaan, antara lain mencakup evaluasi dan koordinasi dengan perencana (konsultan pengawasan berkala) terkait hasil perencanaan, perubahan-perubahan/ penyimpangan teknis dan administrasi atas persoalan yang timbul serta pengusulan saat pelaksanaan konstruksi.

Meneliti kelengkapan dokumen dengan melihat kondisi lapangan, menyusun program pengendalian pelaksanaan konstruksi oleh kontraktor bersama konsultan perencana. Serta membantu proses pemenuhan persyaratan perubahan terhadap dokumen hasil perencanaan. (*)