oleh

Simulasi PTM SD Dimulai, Guru Jangan Beri Beban Terlalu Berat ke Siswa

Any Ramadhani-Edukasi, Metro, Sekolah-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sebanyak 70 sekolah dasar (SD) resmi menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Kamis (4/11/2021). 70 sekolah tersebut dinyatakan layak melakukan simulasi PTM karena telah berhasil melalui sejumlah indikator verifikasi dan validasi dari Dinas Pendidikan.

Persiapan pembukaan SD dilakukan tak jauh berbeda dengan persiapan PTM SMP. Mulai dari disinfeksi, pengaturan mekanisme pembelajaran sebelum dan saat di dalam kelas, serta izin dari orang tua siswa.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Amalia Malik mengatakan, PTM digelar untuk seluruh siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Hari pertama dimulai dengan kelas 5 dan 6. Lalu menyusul kelas 3 dan 4 hari ini, dan diakhiri kelas 1 dan 2 pada Sabtu, besok.

Pembelajaran juga hanya mengakomodir 50% rombongan belajar atau sebanyak 14 orang siswa perhari. Selebihnya akan mengikuti secara daring. Sebelum mengikuti pembelajaran di kelas, seluruh siswa mengikuti tes swab antigen.

“Hasil antigennya tidak ada yang reaktif, kita harapkan protokol kesehatan tetap terus dijaga,” ucapnya.

Pihaknya menginstruksikan kepada guru agar tidak memberikan pelajaran yang terlalu berat kepada siswa. “Kita sampaikan ke guru untuk memberi pelajaran yang sifatnya tentang protokol kesehatan. Ini kan baru pertama masuk kelas, jadi butuh sosialisasi dulu,” jelas dia.

Rencananya, dalam satu bulan ini Dinas Pendidikan akan merampungkan verifikasi dan validasi agar seluruh SD yang ada di Kota Makassar dapat menggelar PTM terbatas dalam bulan November ini.

“Hari Senin nanti ada lagi sekolah yang kita tambah, karena SD kan ada 456, kita harus habiskan dalam satu bulan. Jadi yang ikut tadi 70 sekolah,” pungkasnya.

Kepala SD Sudirman 2, Suadah mengaku masih ada orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya mengikuti PTM. Meski begitu, pihaknya tak memaksa, dan tetap menghargai keputusan tersebut. Sebagai gantinya, pembelajaran secara daring tetap disediakan.

“Ada orang tua yang belum siap karena anaknya ada yang punya penyakit bawaan, jadi tidak dipaksa untuk masuk sekolah,” ungkapnya.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir mengharapkan PTM tetap dilakukan dengan hati-hati. Apalagi vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun belum mendapat izin. “Harus hati-hati, kita berharap ini tidak menimbulkan klaster,” tuturnya. (*)