oleh

Makassar Herd Immunity

Any Ramadhani-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kota Makassar berhasil mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Capaian ini terasa istimewa mengingat Kota Makassar akan berulang tahun ke-414, 9 November, besok.

Kota Makassar sendiri mencatatkan diri sebagai daerah dengan capaian vaksinasi Covid-19 tertinggi di Provinsi Sulsel. Untuk dosis pertama, tercatat 74,60 persen warga yang sudah melakukan vaksinasi. Sementara 70 persen herd immunity tercapai. Adapun vaksinasi dosis kedua sudah berada di angka 53,61 persen.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, HUT ke-414 ini sebagai momentum dalam melakukan penanganan dan pencegahan selama masa pandemi Covid-19.

Danny menargetkan vaksinasi bisa mencapai 75 persen pada 9 November. “Pokoknya harus digenjot. Saat HUT vaksinasi sudah mencapai 75 persen,” kata Danny.

Yang menjadi atensi dari pihak Pemkot adalah vaksinasi lansia. Pasalnya, vaksinasi ini masih cukup minim dibanding kategori lainnya.

“Sekarang kita dorong vaksinasi lansia yang belum sampai 50 persen, itu bakal dilanjutkan secara door to door,” ucap Danny.

Danny sangat optimis vaksinasi di Kota Makassar bisa mencapai 100 persen. Sehingga, akan segera keluar dari PPKM level 2.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin menyatakan, minimnya capaian vaksinasi lansia disebabkan sejumlah hal, di antaranya, banyak lansia yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, hingga adanya penolakan dari pihak keluarga.

Dia mengaku sudah ada beberapa cara yang dilakukan untuk menggenjot vaksinasi bagi lansia. Salah satunya adalah metode layanan tanpa turun (lantatur) atau drive thru.

Namun, bila masih belum maksimal, sambung dr Ida, maka akan dilakukan metode door to door. Petugas akan mendatangi rumah lansia satu per satu untuk divaksin.

“Ke depannya akan kita lakukan kunjungan dari rumah ke rumah khusus untuk vaksinasi lansia,” ujarnya.

Sejauh ini, angka kasus aktif Covid-19 di Kota Makassar cukup rendah. Sejak awal November 2021, angka kasus tak pernah melewati 10 kasus dalam satu hari. Sejak tanggal 1 hingga 6 November, angka kasus berturut-turut adalah 2 kasus, 6 kasus, 4 kasus, 6 kasus, 1 kasus dan 4 kasus. Angka kesembuhan pun menunjukkan nilai yang cukup baik, yakni 98 persen.

Menurut dr Ida, meski Kementerian Kesehatan mengatakan kalau capaian vaksinasi sudah 70% maka sudah menimbulkan kekebalan komunal atau herd immunity, akan tetapi, Pemkot Makassar tak berhenti di situ. Nursaidah mengatakan, pihaknya terus menggencarkan program 1 hari 100 pasien.

Pakar Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Idrus Paturusi belum lama ini mengingatkan agar seluruh pihak bekerja sama untuk menjalankan protokol kesehatan meski kasus tak lagi tinggi.

Pasalnya, kata dia, protokol kesehatan menjadi tanggung jawab setiap individu, bukan hanya segelintir orang apalagi instansi tertentu. “Prokes harus diperkuat, jangan sampai kita kebablasan lagi,” ungkap Prof Idrus.

Prof Idrus mengaku, berdasarkan laporan yang ia terima dari sejumlah laboratorium, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Selatan memang menurun cukup drastis. Namun hal ini tidak bisa jadi patokan pemerintah dalam melakukan pelonggaran yang berpotensi menaikkan jumlah kasus harian.

“Kalau dulu yang positif di lab banyak sekali. Jadi pemerintah menjaga saja jangan sampai kena gelombang ketiga,” pungkasnya. (*)