oleh

Momen HUT 414 Kota Makassar, Saatnya Bangkit

Any Ramadhani-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Tepat hari ini, Selasa 9 November 2021, Kota Makassar genap berusia 414 tahun. Tema yang diusung tahun ini adalah recovery untuk masa depan. Dijadikan sebagai momentum kebangkitan dari pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, perayaan HUT kali ini digelar sederhana namun tetap bernuansa kolosal. Diharapkan, tema ini dapat menjadi pendorong untuk kembali membangkitkan semangat Makassar.

“Semua itu juga sudah tertuang di konsep Makassar Recover. Mulai dari imunitas kesehatan, adaptasi sosial dan pemulihan ekonomi,” jelas Danny.

Perayaan hari jadi Kota Daeng ini dipusatkan di Anjungan Pantai Losari. Logo HUT Makassar kali ini mengusung filosofi Bugis-Makassar empat sisi atau Sulapa Appa. Di samping mengangkat kembali nilai aksara lontara, logo ini juga disebut sebagai perwujudan dari karakter warga Makassar yang semangat dan pantang menyerah.

Simbol Sulapa Appa dalam tulisan Lontara Makassar dibaca sebagai huruf “sa”. Aksara lontara ini berpangkal pada pandangan mitologis orang Bugis-Makassar, yang mengandaikan alam semesta ini adalah Sulapa Appa’ Walasuji atau segi empat belah ketupat.

Falsafah inilah yang kemudian dijadikan bekal bagi orang Bugis-Makasar dalam menata kehidupan di manapun berada. Hal Itulah yang menyebabkan orang Bugis-Makasar dianggap mudah berasimilasi dan berintegrasi dengan kehidupan masyarakat sekitarnya yang juga memegang teguh prinsip Sipakatau, Sipakainga, dan Sipakalebbi.

“Logo Sulapa Appa adalah salah satu filosofi kesempurnaan Bugis-Makassar, bentuknya 4 sisi dan betul-betul sesuai karakter lontara dan recovery untuk masa depan,” ungkap Danny Pomanto.

Sekitar 200 tamu undangan yang hadir di lokasi acara hadir mengenakan pakaian adat. Ratusan personel dari Satpol-PP, TNI dan Polri juga disiagakan untuk memastikan kelancaran rangkaian acara, termasuk memantau penegakan protokol kesehatan.

“Meski sederhana, kami mau kebersamaan cinta Makassar tetap terasa di HUT kali ini,” ucapnya.

Memeriahkan HUT tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga mencanangkan program minum kopi dan makan taripang sebagai rangkaian acara. Kue taripang sebagai salah satu panganan khas Makassar ini disajikan berbeda dari biasanya.

Bentuknya yang biasanya lonjong dan pipih, kali ini dibuat berbentuk huruf M mewakili Makassar. Danny menyebut, selain nikmat disantap bersama kopi maupun teh, dirinya juga ingin mengenalkan lagi kue tradisional agar lebih dikenal banyak orang. Lebih jauh, dia ingin menggerakkan roda perekonomian melalui pemasaran kue taripang dengan melibatkan pelaku UMKM dan perhotelan.

“Kalau ada 1 juta orang makan taripang dalam satu hari, dengan harga Rp2 ribu saja per buah, berarti sudah Rp2 miliar uang yang berputar dalam satu hari. Sehingga saya bakal mulai kebiasaan ini dari sini,” jelas Danny.

Selain berpusat di Anjungan Pantai Losari, rangkaian kegiatan juga digelar di 1.000 lorong yang ada di Makassar, yang nantinya bakal didorong menjadi lorong wisata.

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi berharap, HUT kota tahun ini dapat menjadi perayaan untuk kembali membangkitkan semangat Makassar agar dapat dikenal sebagai kota dunia.

“Sesuai tema recovery untuk masa depan, semoga seluruh warga Makassar dapat lebih mencintai kota ini dengan aktif berkontribusi untuk kemajuan Makassar. Banyak hal di kota ini yang bisa mendunia,” harap Fatma.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Muh Roem mengatakan, program minum kopi dan makan taripang juga dilakukan di lorong-lorong ini. “Pembuatan kue taripang itu juga tidak dianggarkan melalui APBD. Itu disediakan secara swadaya oleh masyarakat,” ungkap Roem.

Lebih lanjut, kata dia, HUT Kota kali ini juga dijadikan momen untuk mempromosikan program lorong wisata. Salah satu lorong wisata yang berada di Jalan Bambapuang, Kelurahan Lariang Bangi, Kecamatan Makassar, diresmikan sebagai pilot project program ini.

Lorong wisata merupakan pembaruan dari dua program Pemkot sebelumnya, yakni badan usaha lorong (BULo) dan Lorong Garden. BULo sendiri adalah salah satu program Pemkot Makassar guna menggenjot pertumbuhan ekonomi. Program Bulo dihadirkan untuk mengubah stigma keterbelakangan yang kerap kali dilayangkan untuk masyarakat lorong.

Sementara, Lorong Garden adalah program yang dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi lorong-lorong di Kota Makassar. Lorong yang biasanya kumuh dan sering menjadi sumber penyakit sosial, diubah menjadi lorong yang asri, sejuk, indah, bahkan ditargetkan menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat. (*)