oleh

IMove Bantu Irma Survive dari Bahaya Stroke Ringan

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM– Irma menghela napas setelah lima menit sebelumnya terbangun. Waktu di jam gawainya sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Sudah terlalu siang untuk disebut bangun pagi.

Mulanya Ia merasa ini bentuk quality time, menikmati waktu ditengah sibuk rutinitasnya. Namun kondisi ini sudah berlangsung lama dan berujung pada bobot tubuhnya yang diluar batas.

Gontai, perempuan berusia 28 tahun ini menghampiri timbangan miliknya yang tergeletak dua meter dari tempat tidur. Sedikit berpegang pada dinding kamar berwarna ungu pudar ia menaikkan kaki kiri di susul kaki kanan. Belum bertumpu sempurna, jarum timbangan sudah berkejaran ke kanan, berhenti tepat di angka 80 setelah kedua kakinya menapak di benda kecil itu.

Menurut Irma, tubuhnya memang tidak pernah mencapai berat ideal. Namun 80 kg menjadi pencapaian terberatnya selama ini. Peningkatan beratnya diikuti pula dengan kondisi badan yang mudah kelelahan, persendian yang kerap ngilu serta mudah berkeringat dan sesak.

“Tinggi badan saya hanya 155, sedangkan berat badan saya sekarang mencapai 80 kg. Sangat tidak ideal,” ujarnya.

Kondisi tersebut sangat membebani Irma, selain karena tampilan fisik tak menarik, dirinya juga sangat khawatir masalah kesehatan. Irma ingat betul sekitar 4 tahun lalu dirinya sempat terkena stroke ringan yang disebabkan pola makan tak teratur bersama jenis asupan yang tidak kaya serat. Alhasil dirinya menderita struk ringan di usia 24 tahun waktu itu di bagian mulut sebelah kiri.

“Waktu itu berat badan saya hanya 75 dan saya terkena struk ringan, untung ada dokter yang memberi saya resep obat sehingga kurang dari dua minggu saya normal kembali. Sekarang berat badan saya 80 kg, saya kembali was was,” ucapnya

Berawal dari kekhawatiran tersebut, Irma berusaha mencari jalan keluar untuk masalahnya. Berbekal informasi dari teman sejawatnya, ia kemudian menggunakan aplikasi IMove.

Awalnya Irma sangsi, menggunakan aplikasi sudah biasa Ia lakoni sejak dulu. Tapi belum genap dua minggu ia sudah malas, mungkin karena tidak ada yang mengawasi, terkadang juga karena aplikasi tidak menarik.

Mencoba IMove merupakan kali pertama Irma. Perlahan Ia mencoba mendaftarkan identitas diri disertai keterangan lain menyangkut tubuhnya. Di menu utama aplikasi tersebut Irma lantas takjub, “Aplikasi ini berbeda dengan aplikasi lainnya yang berfokus pada olahraga fisik. Di IMove ada berbagai challenge yang dapat di pilih bukan hanya olahraga tetapi berbagai rutinitas positif yang tidak hanya dapat menyehatkan fisik tetapi juga mental,” ujar Irma.

“Maka challenge yang pertama saya coba bukan menyangkut olahraga tetapi challenge ‘Bagikan Alasan Bersyukur’. Ini sangat membantu merubah pola pikir saya,” sambungnya

IMove belakangan semakin menyenangkan menurut Irma sebab pada setiap challange ada tips dari orang orang yang pro di bidangnya. Di tambah setelah menyelesaikan challange juga bisa mendapatkan kuota gratis.

Irma mengaku, sekitar seminggu dirinya mencoba challenge Alasan Bersyukur dan sangat terlihat perubahan sikap dan penerimaan terhadap dirinya. “Masalah terbesar yang dialami orang obesitas adalah tidak dapat menerima tubuhnya yang kelebihan bobot. Ini masalah mental dan sangat mempengaruhi banyak hal termasuk rasa percaya diri,” bebernya.

Setelah sekitar minggu pikiran dan mentalnya lebih baik, Irma lantas melanjutkan dengan challange ‘Ubah Langka’ bersama challange ‘Bagikan Menu Makan Sehat’.

“Kedua tantangan ini sangat efektif, saya bisa berolahraga dan makan makanan sehat serasa bermain games. Dari tiga challange ini saja berat badan saya bisa berkurang 3 kilo dalam waktu sebulan, perlahan tapi pasti. Saya sudah menggunakan aplikasi ini sekitar tiga bulan dan saat ini bobot tubuh saya sudah turun 8 kilo” ucapnya semangat.

Irma lebih bahagia lagi ketika ia melihat ada challange ‘Bagikan Rutinitas Skin Care’ yang tidak pernah ia temui di aplikasi lain selama ini, ” Keren sekali bisa kurus dan glowing”sebutnya.

Kelebihan aplikasi ini dapat di nikmati kapan saja dan di mana saja. Aplikasi IMove sebagai inisiatif kesehatan sosial pertama di Indonesia yang didukung jutaan pelanggannya dengan konsep gamifikasi berdasarkan hadiah.

Dalam rilis resmi Indosat (22/10) lalu, SVP-Head of Digital Services Indosat Ooredoo, Sudheer Chawla menjelaskan platform ini berusaha menjadi cara yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat untuk mengadopsi kebiasaan yang lebih sehat.

“Melalui IMove, kami menawarkan platform goal-setting, habit tracker, dan komunitas online, membantu pengguna mencapai tujuan individu mereka, tetap berkomitmen, dan mendapatkan hadiah. Kami berharap pelanggan kami akan memilih IMove sebagai pilihan pertama mereka untuk menerapkan gaya hidup sehat dan lebih aktif.” ungkapnya

Lebih jauh kata dia, IMove menawarkan pendekatan holistik untuk kesehatan yang optimal, dengan fokus pada gerakan, nutrisi, dan kesehatan emosional. “Pengguna dapat mengikuti berbagai tantangan gamifikasi untuk berolahraga lebih banyak, menurunkan berat badan, makan lebih sehat, dan menjadi lebih sehat,” terang Sudheer.

Platform IMove memiliki tiga fitur utama yakni Coaches, Social Wall, dan Rewards. Pada Coaches, pengguna dapat menikmati berbagai wawasan informatif, seperti rencana dan resep makan, rutinitas dan latihan kebugaran, serta tips gaya hidup sehat dari para pelatih profesional bersertifikat.

Terdapat juga Tantangan Leaderboard of Step, dimana pengguna IMove dapat membandingkan kemajuan mereka dengan peserta lain.

Pelanggan Indosat Ooredoo dapat mengunduhnya secara gratis untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat. Pelajari lebih lanjut tentang IMove di sini dan raih kesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik. (*)