oleh

Proyek RS Batua Lanjut, Pemkot Siapkan Rp10 Miliar

Any Ramadhani-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan anggaran Rp10 miliar untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua, di Jalan Abdullah Daeng Sirua.

Plt Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Helmy Budiman mengatakan, anggaran tersebut sudah diusulkan dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.

“Kita sudah dorong angggaran untuk dibahas dan itu sudah disetujui. Yang jelas anggarannya sudah kita siapkan Rp10 miliar,” ungkap Helmy.

Helmy menyebut, anggaran tersebut masih sebatas persiapan lantaran kasus korupsi proyek tersebut masih bergulir di kepolisian. Selain itu, anggaran juga hanya bisa mengakomodir pembangunan untuk dua lantai saja.

“Kita akan menunggu permasalahan selesai, kita juga nanti mengambil tenaga ahli untuk melihat dari perspektif hukum dan perspektif di lapangan apakah bisa digunakan. Yang jelas kita siapkan dulu anggarannya. Ini kan baru penyiapan anggaran, belum masuk teknis pelaksanaan,” jelas Helmy.

“Paling tidak lantai 1 dan 2 bisa dimanfaatkan dulu karena memang fasilitas kesehatan kita masih sangat minim,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, proyek pembangunan RS Batua tengah berpolemik. Polda Sulsel telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan puskesmas menjadi RS Tipe C itu. Jumlah kerugian negara ditaksir mencapai Rp22 miliar.

Para tersangka sendiri ada yang berprofesi sebagai dokter berinisial AN selaki pengguna anggaran 2018. Ada juga yang bergelar doktor SR selaku kuasa pengguna anggaran 2018. Ada juga tersangka lain berinisial MA, FM, HS, NW, AS, MK, AIAS, AEH, DR, APR, dan RP. Di antara mereka ada dari pihak kontraktor, pejabat di Dinas Kesehatan (Diskes).

Selain RS Batua, Pemkot juga menyiapkan anggaran serupa untuk kelanjutan pembangunan RS Jumpandang Baru. Skema pembangunan juga diproyeksi hanya untuk dua lantai. “RS Jumpandang baru juga kita sudah siapkan untuk lantai 1 dan 2,” ucap Helmy.

Namun, berbeda dengan RS Batua, kata Helmy, pengerjaan RS Jumpandang baru diprediksi tak akan berbelit lantaran sudah memasuki tahap finishing.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir sepakat dengan persiapan penganggaran kembali pembangunan RS tersebut.

Dia berharap pembangunan bisa segera dilakukan mengingat kehadiran fasilitas kesehatan cukup mendesak, meski RS Batua masih harus menunggu penuntasan kasus dari Polda, dan RS Jumpandang Baru yang sangat dibutuhkan untuk mengakomodir layanan kesehatan di Utara kota.

“Kita sangat berharap ini diusulkan kembali penyelesaian RS ini supaya segera dapat ditarik manfaatnya oleh masyarakat. Kita target di triwulan pertama itu sudah jalan,” ungkap Wahab.

Sementara itu, Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kota Makassar, Mario David berharap penanganan kasus dapat segera rampung agar pembangunannya bisa kembali dilanjutkan. Makanya, dia akan mengusulkan penganggaran untuk RS tersebut di tahun 2022 mendatang.

“Jadi jangan dirobohkan. Kita minta perencanaan masuk. Kira-kira seperti apa, apakah ditambal, ditutup, diapa, diperkuat baru dilanjutkan,” katanya.

Legislator NasDem tersebut menilai, kebutuhan fasilitas kesehatan di Kota Makassar sangat urgent. Pemerintah seharusnya memberi perhatian serius agar persoalan ini segera tuntas.

“Finalisasi RS Jumpandang Baru kira-kira butuh uang 25 miliar. Kemudian 50 miliarnya lari ke Batua, 25 miliarnya masing-masing ke puskesmas. Kalau ada kemudian pandemi selanjutnya, fasilitas ini bisa berfungsi sebagai tempat isolasi. Jadi yang ada aja kita finishing. Tinggal di Untia atau Sudiang nanti kita bikin yang 11 lantainya,” pungkas Mario. (*)