oleh

Jokowi ke Jeneponto Naik Heli

Any Ramadhani-Headline-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menggelar kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (22/11/2021) hari ini.

Orang nomor satu di Indonesia itu akan take off dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Kabupaten Jeneponto menggunakan Helikopter Super Puma. Helikopter Jokowi akan mendarat di stadion Mini Turatea, Jeneponto.

Dalam kunjungan kerjanya, mantan Wali Kota Solo itu akan meresmikan proyek Bendungan Karalloe di perbatasan Kabupaten Jeneponto dan Gowa. Selanjutnya akan melakukan tanam jagung dan pembagian sembako di Kabupaten Jeneponto, tepatnya di Lingkungan Camba Jawa Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Syafruddin Nurdin mengatakan, stadion mini menjadi lokasi pendaratan helikopter Presiden RI. “Dari beberapa titik yang kita tinjau maka diputuskan oleh tim gabungan. Memang dianggap layak dan aman,” ujarnya.

Kata dia, salah satu kesiapan yang dilakukan adalah membongkar sejumlah fasilitas pasar malam di Stadion Mini Turatea, Kecamatan Binamu.

“Pasar malam di sana (Stadion Mini) tempat pendaratan bapak presiden telah kita kosongkan. Kita komunikasikan alhamdulillah mereka menerima siap sementara mengosongan selama tiga hari ini untuk menyambut Presiden,” terangnya.

Dia menambahkan fasilitas pasar malam akan kembali beroperasi ketika Jokowi sudah meninggalkan Butta Turatea.
“Pasang lagi kembali,” kata dia.

Ia menegaskan telah melakukan serangkaian persiapan dalam menyambut kedatangan presiden. Dia mengatakan, pihaknya telah siap menerima kunjungan kerja Jokowi di Butta Turatea.

“Alhamdulillah kesiapan kita sendiri sudah dalam tahap siap dan mantap untuk menerima kunjungan bapak Presiden,” jelasnya.

Kabid Humas Kabupaten Jeneponto Mansyur mengatakan, kedatangan Jokowi untuk penanaman jagung di Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara.

“Gowa dulu untuk peresmian Bendungan Karalloe lalu ke Jeneponto untuk penanaman jagung di Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara,” jelasnya.

Lanjut, Ia menyebut saat ini dua menteri telah meninjau lokasi-lokasi yang akan dikunjungi Joko Widodo, yakni Menteri PUPR dan Menteri Pertanian.

“Persiapan dua menteri sudah berkunjung ke lokasi. Mentan ke lokasi tanaman jagung. Menteri pupr ke Bendungan Karalloe,” tutupnya.

Bendungan Karalloe

Bendungan Karalloe merupakan salah satu proyek strategis nasional yang mulai dibangun sejak Desember 2013 oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang.

Bendungan ini memiliki luas genangan 248,50 hektare, suplai air bendungan ini akan digunakan untuk mengairi lahan irigasi seluas 7.004 hektare, sumber air baku 440 liter/detik, pembangkit listrik mikrohidro 4,5 MW, dan penegndali banjir untuk Kabupaten Gowa sebesar 49 meter kubik/detik.

Selain berfungsi sebagai konservasi air, Bendungan Karalloe juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata karena di sekelilingnya terdapat hutan.

Pengerjaan konstruksi bendungan terbagi dalam dua paket yakni Paket I mencakup pembangunan bendungan utama, bangunan pelimpah, relokasi dan rehabilitasi jalan menuju bendungan, dan terowongan pengelak dengan kontraktor pelaksana PT. Nindya Karya (Persero). Biaya pengerjaan Paket I bersumber dari APBN pada tahun anggaran jamak (2013-2019) sebesar Rp 568 miliar.

Paket II merupakan lanjutan paket I yang dianggarkan sebesar Rp 657 miliar bersumber dari APBN TA 2008 – 2020 (multi years). Pekerjaan paket II meliputi timbunan tubuh bendungan, proteksi galian, intake, instrumentasi, hidromekanikal, serta pembangunan instrumen yang bersifat mekanikal dan elektrik dengan kontraktor KSO (kerjasama operasional) PT Nindya Karya (Persero)-PT Rezeki.

Lokasi Bendungan Karalloe berjarak 137 Km ke arah Tenggara Kota Makassar, tepatnya di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Dengan dibangunnya Bendungan Karalloe yang disertai jaringan irigasi diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan intensitas tanamnya.

Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady menyambut baik rampungnya bendungan ini. Ia berharap masyarakat Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan bakal menuai manfaat dari kehadiran Bendungan Karalloe.

“Pembangunan Bendungan Karalloe Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan diharapkan mampu meningkatkan produktifitas produksi hasil pertanian serta bermuara pada kesejahteraan masyarakat sekitar menjadi lebih baik. Bukan hanya di Kabupaten Gowa tetapi juga di Kabupaten Jeneponto,” tutur Hamka B Kady.

Disisi lain lanjut Politisi Golkar ini, kehadiran Bendungan Karalloe yang memakan anggaran APBN sebesar Rp 1,2 trilliun ini diharapkan mendapat perhatian semua pihak dari sisi pemeliharan dan sistem distribusi airnya melalui irigasi sampai kemudian dinikmati oleh masyarakat petani.

“Untuk Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan agar mengatur dengan baik manajemen distribusi air melalui kelompok Petani Pemakai Air mulai dari IP, GP3A dan P3A yang ada di wilayah irigasi dari bendungan Karalloe ini agar pemeliharaan dan pemanfaatan bendungan ini bisa maksimal,” tekan Hamka. (*)