oleh

Pensiunan PDAM : “Bantu Kami Pak Wali”

Any Ramadhani-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto diadang puluhan pensiunan Perusahaan Umum Air Minum (PDAM) Kota Makassar saat hendak meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kompleks PDAM, Jalan Ratulangi, Senin (22/11/2021).

Danny Pomanto sapaan akrabnya datang menggunakan kendaraan dinas Alphard langsung digeruduk pensiunan PDAM sembari menenteng spanduk tuntutannya.

Para pensiunan tersebut menuntut pembayaran manfaat pensiun. Sekitar 50 pensiunan PDAM seharusnya mendapatkan haknya sekitar Rp11 miliar.

“Kami tak butuh RTH, kami butuh hak pensiun kami,” tulis pada spanduk yang dibawa para pensiunan PDAM itu.

“Bantu kami pak wali untuk mendapatkan hak kami, sudah lama kami menderita,” kutipan dari spanduk lain yang dibawa.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang merespon tuntutan pensiunan PDAM mengatakan dalam situasi apa pun pensiunan tersebut tak boleh diabaikan.

“Saya datang saya diadang pensiunan PDAM, saya berharap jeritan mantan pegawai ini betul-betul diperhatikan,” kata Danny Pomanto.

Untuk itu, dirinya meminta pihak PDAM mengajak mereka berdialog dan memperjuangkan hak manfaat pensiun yang menjadi hak pensiunan tersebut.

Danny Pomanto mengatakan PDAM jangan hanya mengurus RTH tapi juga mengurus hak pensiunan PDAM. Dimana hak yang mereka tuntut adalah bagian dari keringat mereka selama mengabdi.

“Mereka sambil menangis, saya kira perlu diterangkan apa masalahnya. Bicara baik-baik. Kita juga perlu perhatikan jeritan hati mantan pegawai,” pesannya.

Tak hanya itu, ia juga meminta PDAM memperhatikan keluhan masyarakat yang tak mendapat air. Salah satunya di Kawasan Utara Kota Makassar.

Danny mengatakan akan mulai berfokus membenahi PDAM pada bulan Desember 2021. Salah satunya berfokus pada pembenahan kebocoran pipa yang banyak menyebabkan kerugian.

“Suka tidak suka saya akan selesaikan. Saya ingin membenahi seluruh Perusda di Makassar. Kalau tidak berfungsi, maka PDAM dan Perusda lain tidak berguna bagi Pemkot Makassar,” kuncinya. (*)