oleh

Sambut Hari Ibu, IWAPI Sulsel Lakukan Penanaman 10 Ribu Bibit Buah dan Sayur

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM– Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan lakukan penanaman 10 ribu bibit buah dan sayur di Jalan Tanggul Patompo Tanjung dan Kompleks Atirah Raya Kota Makassar.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan Hj Ainun Jariah mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja dari IWAPI dalam rangka menyambut hari Ibu nasional.

Nantinya kegiatan penanaman 10 ribu bibit buah dan sayur ini dilakukan secara bertahap oleh seluruh pengurus IWAPI Sulsel periode 2021-2026 di seluruh daerah Dewan Pengurus Cabang (DPC).

“Insha Allah program kerja ini akan melaksanakan penanaman bibit 10 ribu buah dan sayuran akan diadakan berkelanjutan pada seluruh daerah ke pengurus-pengurus daerah DPC,” ungkapnya.

Ainun Jariah juga mengajak kepada seluruh sahabat IWAPI dan juga masyarakat umum untuk bergabung mengikuti kegiatan tersebut.

Masih dalam rangka menyambut hari ibu nasional, Ainun Jariah menyebut tepatnya tanggal 22 Desember mendatang, IWAPI Sulsel akan menggelar pengajian di Kanrejawa Aroepala Food City, Jalan Hertasning Makassar.

Tak sampai disitu, pada 25 Desember mendatang juga IWAPI Sulsel mengadakan acara bernama “Yok Ayo Belanja” yang merupakan sebuah acara amal.

Ainun Jariah menjelaskan nantinya pengurus IWAPI Sulsel akan menyediakan satu kupon dimana dapat ditukarkan dengan makanan ataupun kue dari pelaku UMKM dan sudah termasuk dengan gratis olahraga yoga.

“Selanjutnya juga dari hasil cherity ini, kita dalam menyambut tahun baru dan rangkaian hari ibu kita akan menyapa saudara-saudara kita kaum dhuafa. Dan ini Insha Allah bekerjasama dengan Pokja dan bunda PAUD,” ujar Ainun.

Terakhir, sebagai kegiatan penutup dari rangkaian menyambut hari ibu nasional. Pada tanggal 27 Desember IWAPI Sulsel menggelar kegiatan membatik bersama komunitas anak down syndrome dan kaum dhuafa. Dimana tujuan membatik ini untuk melihat kekompakan dari ibu dan anak serta melihat kreatifitas mereka dalam menghasilkan suatu karya.

“Kegiatan membatik bersama komunitas anak down syndrom dan kaum dhuafa, bagaimana kita bisa melihat kekompakan ibu dan anak dalam mengerjakan baju-baju bekas, kudung-kudung bekas bisa menjadi sesuatu yang bisa kita gunakan lagi dengan membatik,” pungkasnya. (*)