oleh

Korban Tewas Akibat Topan Rai Di Filipina Melonjak

FILIPINA, BACAPESAN.COM – Sedikitnya 208 orang diketahui tewas setelah badai dahsyat melanda Filipina pada Kamis, kata polisi seperti dikutip media setempat.

Super Typhoon Rai – dengan kecepatan angin sekitar 195km/jam (120mph) – membuat sekitar 300.000 orang berlarian mencari keselamatan ketika menghantam pulau-pulau tenggara negara itu.Sedikitnya 239 orang terluka dan 52 lainnya dilaporkan hilang oleh polisi setempat.

Tetapi menentukan skala kerugiannya sulit, karena komunikasi ke sejumlah daerah telah terputus. Ada kekhawatiran tanah longsor yang meluas dan banjir mungkin telah merenggut lebih banyak nyawa.

“Banyak daerah tidak memiliki akses listrik, tidak ada akses komunikasi, kekurangan air,” kata ketua Palang Merah Filipina, Richard Gordon, kepada BBC.

“Ada beberapa daerah yang tampaknya lebih buruk daripada bom saat Perang Dunia Kedua.”

Ribuan personel militer, penjaga pantai, dan pemadam kebakaran telah dikerahkan di daerah-daerah yang terkena dampak paling parah di negara itu untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan.

Sementara itu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah melakukan inspeksi udara di daerah-daerah yang dilanda badai.

Video yang diposting di media sosial oleh para pembantunya menunjukkan kerusakan parah di pulau Siargao, Dinagat dan Mindanao.

Gubernur Kepulauan Dinagat, Arlene Bag-ao, mengatakan di Facebook bahwa wilayah itu telah “diratakan dengan tanah” oleh topan.

Super Typhoon Rai adalah yang paling kuat yang melanda Filipina pada tahun 2021, dan datang di akhir musim di kawasan itu – dengan sebagian besar topan berkembang antara Juli dan Oktober.

Para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa kenaikan suhu global, yang disebabkan oleh perubahan iklim buatan manusia, menyebabkan topan menjadi lebih kuat dan menguat lebih cepat. (BBC*/).