oleh

Rangga Pimpin Pansus ke BNN Jawa Timur, Lengkapi Proses Penyusunan Ranperda

Any Ramadhani and Yadi-Politik, Takalar-

MAKASSAR,BACAPESAN.COM – Anggota DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga selaku ketua pansus memimpin langsung Kunjungan Kerja Pansus Ranperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan prekursor narkotika Sulawesi Selatan yang melakukan kunjungan kerja ke BNN Jawa Timur (Surabaya) Selasa (21/12/2021) kemarin.

Fahruddin Rangga mengatakan, pansus Ranperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan prekursor narkotika Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja ke BNN Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan informasi dan referensi dalam proses penyusunan Ranperda tersebut.

“Dalam kunjungan kerja yang kami lakukan di terima langsung Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol. Drs. Mohamad Aris Purnomo, MH dan jajaran Pemprov Jawa Timur diataranya asisten 1, biro kesra, dinas kesehatan dan badan kesbangpol Jawa Timur,” katanya, Rabu (22/12/2021).

Dalam sambutannya Fahruddin Rangga mewakili anggota pansus dan rombongan menyampaikan terima kasih atas penerimaan secara baik oleh kepala BNN Provinsi Jatim serta jajaran Pemprov Jatim dan mengharapkan banyak informasi dan masukan dari Jawa Timur sebagai instrumen pelengkap referensi dalam menyusun Ranperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan prekursor narkotika Sulawesi Selatan.

“Kami berkeyakinan bahwa semakin banyak tambahan informasi akan lebih memperkaya pemahaman pansus dalam melengkapi isi dari Ranperda yang akan kami susun di Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Rangga sebagai ketua pansus memberi apresiasi yang tinggi kepada Kepala BNN Jatim dan jajaran Pemprov atas diskusi dan masukan masukan nya kepada pansus sehingga dirinya menuturkan apa yang menjadi harapan pansus semua untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika dapat terwujud.

“Diskusi berjalan cukup lancar penuh kekeluargaan antara anggota pansus dan kepala BNN Jawa Timur dan hadir pula direktur rumah sakit sayang rakyat dan staf ahli DPRD Sulsel sebagai bagian anggota pansus,” tuturnya.

Sementara Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol. Drs. Mohamad Aris Purnomo, MH memberi penjelasan mengenai keberadaan, tugas dan tanggungjawab BNN dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di Jawa Timur.

“Untuk pemberantasan kami di BNN membangun komunikasi dan koordinasi berbagai elemen baik dari bidang kesehatan maupun hukum, dan mendapat dukungan dari Pemprov Jawa Timur dengan memfasilitasi baik dari segi penganggaran maupun fasilitas gedung kantor,” ungkapnya.

Tambahnya, bahwa kedatangan pansus dari DPRD Sulawesi Selatan merupakan sebuah bentuk kepedulian bersama untuk melakukan langkah pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika, dan saling menukar informasi terkait persoalan persoalan narkotika yang merupakan musuh bersama. (*)