oleh

Ahli Epidemiologi Sulsel Apresiasi Kepemimpinan Taufan Pawe Tangani Kasus Covid-19 Hingga Diangka 0 Persen

Kalmasyari-Berita-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Ahli Epidemiologi Sulawesi Selatan, Prof Dr Ridwan Amiruddin SKM Mkes mengapresiasi kepempimpinan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe yang dapat menangani pandemi COVID-19. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Diskusi Akhir Tahun Masa Kepemimpinan Taufan Pawe, Rabu (23/12/21) di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla.

Apresiasi yang didapatkan Wali Kota dua periode tersebut lantaran dapat menangani kasus COVID-19 di Parepare yang menyentuh angka 0 persen.

“Hari ini kasusnya tinggal 3 se-Sulsel. Parepare sudah tidak ada kasusnya. Ini pencapaian yang sangat luar biasa karena kita lihat pencapaian vaksinnya sangat tinggi. Kepemimpinan Taufan Pawe betul-betul harus kita apresiasi,” katanya, Rabu (22/12/21).

Pria yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) ini mengharapkan kesadaran masyarakat untuk sama-sama mengendalikan pandemi.

“Kita harus membuktikan bahwa Indonesia dapat mengendalikan pandemi sebab ada begitu banyak pencapaian yang kita capai yaitu intervensi non farmasi. Apalagi saat ini ada terus baru yaitu Omicron. Jadi setiap kepala daerah ini adalah tugas yang berat lagi untuk dijalankan,” tuturnya.

Meskipun dalam sejarah, lanjutnya, belum pernah ada pandemi terkendali dengan vaksin. Tetapi karena kemajuan teknologi hari ini pandemi COVID-19 harus takluk karena vaksin.

“Namun, saya percaya di bawah tangan bapak Taufan Pawe, Kota Parepare tetap akan ada di zona hijau. Karena saat ini di beberapa titik di Indonesia masih zona orange tinggal menunggu semua akan pesona hijau dengan cakupan vaksin sebanyak 70 persen,” bebernya.

Ridwan Amiruddin menambahkan, kota Parepare memiliki cakupan yang banyak namun stop vaksin habis.

“Ini betul betul bahwa kinerja Bapak Taufan Pawe patut untuk diapresiasi. Sebab ada beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki cakupan rendah namun stok masih banyak. Ketika ditanya mengapa masih memiliki banyak vaksin, ternyata masyarakatnya yang menolak. Ini adalah masalah kepemimpinan di daerah. Namun Bapak Taufan Pawe dapat mengendalikan itu sehingga kita ketahui bahwa Kota Parepare memiliki angka 0 persen kasus COVID-19,” pungkasnya.
(***)