oleh

Dinkes Sulsel Telusuri Jasa Joki Vaksin

Any Ramadhani-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel bakal melakukan tes kejiwaan kepada pria yang mengaku sebagai joki vaksin di Kabupaten Pinrang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sulsel, dr Arman Bausat mengaku telah menurunkan tim ke Kabupaten Pinrang untuk mengecek pria tersebut.

“Tapi kita harus tau dulu kondisi kejiwaan orang ini. Apa dibayar murni atau dia yang cari proyek karena berkali-kali disuntik, kami juga akan memeriksa anti bodi,” ungkapnya, Rabu (22/12/2021).

Arman juga membeberkan bahwa pelaku pengguna joki ini telah diamankan yang berjumlah sebanyak empat orang di Polres Pinrang.

Atas kejadian ini, dr Arman menyebut sebagai pembelajaran bagi semua vaksinator untuk lebih detail mengecek kesamaan wajah dan KTP yang akan divaksin.

“Kita akan ingatkan kepada vaksinator semua bahwasanya anda pada saat mencatat administrasi mereka melihat wajahnya. Sebaiknya buka masker karena kan bisa 3 detik saja dibuka. itulah kita memitigasi atau meminimalisir resiko,” ucapnya.

dr Arman yang juga selaku Satgas Covid-19 Sulsel mengatakan belum mau menindak tegas pelaku dan pengguna jasa joki vaksin. “Diperbaiki saja dulu, kalau masih terjadi mungkin sebaiknya dikerasi,” tegasnya.

Sementara itu, Polres Pinrang mendalami serius pernyataan adanya joki vaksin yang dilakukan Abdul Rahim. Dua saksi diperiksa untuk mengungkap kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Deki Marizaldi menegaskan pihaknya telah memintai keterangan terhadap si joki vaksin Abdul Rahim dan dua saksi pengguna jasa joki vaksin yang viral baru-baru ini.

“Kami telah melakukan penyelidikan mendalam terhadap AR (Abdul Rahim) yang telah melakukan vaksin sebanyak 16-17 kali. Ada juga dua orang yang telah kita periksa dari 14 daftar nama yang beredar itu (memakai jasa joki),” kata Deki.

Deki mengatakan dua saksi yang diperiksa tersebut yakni laki-laki berinisial JF dengan perempuan berinisial AS. Mereka adalah pihak keluarga yang mengurus untuk keluarga mereka dapat diwakilkan vaksin.

“Yang diwakili untuk vaksin adalah anak dari JF dan suami dari AS,” jelasnya.
Abdul Rahim warga BTN Tiga Berlian, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Watang Sawitto ini nekat melakukan hal tersebut akibat tuntutan ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Pekerjaan sebagai joki vaksin sudah dilakukannya selama tiga bulan,” tutur perwira tiga balok ini.

Terkait kondisi kejiwaan Abdul Rahim yang menurut informasi merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), pihaknya akan memanggil pihak yang berkompeten untuk memeriksa.

“Untuk menentukan adanya gangguan jiwa atau ODGJ memerlukan saksi ahli atau pun ahli jiwa untuk menentukan AR ini gangguan jiwa atau tidak,” imbuhnya.

Sebelumnya dalam video pengakuan Abd Rahim, Ia mengaku menjadi joki vaksin dengan cara menggantikan orang untuk dilakukan vaksinasi dengan imbalan uang bervariatif hingga Rp800 ribu per orang.

“Saya sudah melakukan vaksinasi mengantikan orang. Adapun yang disuntikkan ke saya 16 kali sebagai penganti dan upah yang diberikan antara Rp100-Rp800 Ribu rupiah,” kata Abdul di video keterangannya. (*)