oleh

261 Rumah Rusak Imbas Puting Beliung

Any Ramadhani-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang Kota Makassar pada Kamis (23/12/2021) kemarin. Puluhan unit rumah warga di empat kecamatan dilaporkan rusak akibat terjangan angin kencang.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Hendra Hakamuddin mengatakan, hingga Kamis sore kemarin, 46 unit rumah semi permanen rusak di wilayah Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah.

“Sebanyak 46 unit rumah rusak (37 rusak ringan, 9 rusak berat),” ujarnya.

Sementara warga yang terdampak sebanyak 75 KK atau 299 jiwa, dengan rincian anak-anak sebanyak 23 orang, balita 12 orang, lansia 9 orang, perempuan 130 orang dan laki-laki 125 orang.

Masih di kecamatan yang sama, tepatnya di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Tabaringan, 30 unit rumah dilaporkan ikut terdampak.

Di kelurahan Barayya, Kecamatan Bontoala, dilaporkan sebanyak 31 unit rumah rusak dengan rincian 3 rusak berat dan 28 rusak ringan.

Warga terdampak sebanyak 50 KK atau 127 jiwa, dengan rincian 57 perempuan dan 45 laki-laki. 15 anak-anak, 6 balita, dan 4 lansia.

Kemudian di Kelurahan Layang 75 unit rumah terdampak. Sementara di Kecamatan Makassar, Kelurahan Bara-Baraya Timur ada 8 unit rumah terdampak dengan 13 KK. Di Kelurahan Maccini Larang 38 unit rumah terdampak dengan 61 KK.

Terakhir, di Kecamatan Tallo, Kelurahan Bunga Eja Baru 33 unit rumah terdampak dengan 44 KK. Secara keseluruhan, 261 unit rumah dan kurang lebih 348 KK terdampak bencana angin kencang ini.

“Kami masih lakukan asesmen, dan sementara yang terdampak cukup berat ada di daerah Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah,” ungkap Hendra.

Beruntung, belum ada laporan korban jiwa dari insiden ini. “Sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait itu. Kita doakan saja semoga tidak ada korban,” ujarnya.

Atas kejadian ini, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya mengingat kondisi cuaca yang dapat berubah-ubah. Salah satu yang harus diperhatikan yakni menghindari pohon yang berukuran besar dan rapuh juga papan reklame.

Selain rumah rusak, sejumlah pohon juga dilaporkan tumbang. Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Masry mengatakan, data sementara ada 34 pohon tumbang yang terjadi di 6 titik.

Di antaranya Jalan Urip Sumoharjo 1 pohon, Jalan Maccini Sawah 1 Pohon, Maccini Tengah 1, Jalan Masjid Jabal Nur 1, Jabal Nur Lorong IV 2 pohon, Maccini 1 Pohon, Jalan Tinumbu 1 Pohon, Jalan Poros UPRI Antang 1 Rumpun Bambu dan Masjid Al Markaz dilaporkan sebanyak 26 pohon.

“Ini masih data sementara, itu beberapa sudah menyebabkan macet, seperti di jalan Urip Sumoharjo,” ungkapnya.

Kata Masry, pihaknya telah mengerahkan tim untuk menyisir sejumlah lokasi. Dikhawatirkan, ada beberapa kasus pohon tumbang yang belum dilaporkan oleh warga.

Sebanyak 59 orang dari 6 tim ditambah tim loader diterjunkan untuk berjibaku mengatasi pohon tumbang. 25 unit chainsaw, 3 unit mobil lift, dan 1 unit loader juga digunakan.

“Ada beberapa yang menimpa rumah warga dan menyebabkan macet. Alhamdulillah sudah tertangani,” jelasnya.

Angin kencang juga menyebabkan kantor Polsek Bontoala di Jalan Sunu rusak. Bahkan papan reklame berukuran raksasa juga ikut tumbang tepat di samping Polsek Bontoala. Akibatnya pertigaan Jalan Sunu dan Jalan Masjid Raya sempat ditutup.

“Kejadiannya sekitar jam satu lewat, tiba-tiba angin kencang disertai hujan keras sehingga reklame yang ada di samping polsek, samping rumah jabatan rubuh. Termasuk salah satu pohon besar juga rubuh menimpah rujab bagian depannya,” kata Kapolsek Bontoala Kompol Syamsuardi yang ditemui di Jalan Sunu.

Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian material banyak. Salah satunya adalah mobil dinas Kapolsek Bontoala yang rusak akibat tertimpa atap rumah yang roboh.

“Kebetulan mobil dinasnya di parkir disitu (garasi), atapnya jatuh sehingga menimbah mobil. Mobil ini mengalami kerusakan lambu rotarynya pecah, kemudian kaca spion juga rusak. Rumah dinas bagian depan juga rusak,” ujarnya.

Bukan hanya itu, dari pantauan di lokasi, puluhan pohon berukuran besar di halaman masjid Al Markaz juga ikut tumbang. Termasuk salah satu dinding ruangan lantai satu yang biasa digunakan untuk hajatan pengantin dan pertemuan yang bermaterial kayu juga rusak dihantam angin kencang. (*)