oleh

Harga Cabai Makin Pedas, Ini Penyebabnya

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga beberapa komoditi melejit tajam, terutama cabai .

Tidak main main, harga cabai meningkat lebih dari seratus persen atau menyentuh angka Rp85 ribu perkilo setelah sebelumnya hanya Rp40 ribu perkilo.

Dalam operasi pasar gabungan yang di gelar Pemprov Sulsel, KPPU Wilayah VI, Bulog, Dinas Perdagangan Sulsel dan Satgas Pangan Polda Sulsel ditemui alasan melejitnya harga cabe disebabkan cuaca ekstrim yang terjadi belakangan dan menyebabkan kurangnya pasokan cabai.

“Ada beberapa sudah bagus harganya. Akan tetapi cabai rawit itu memang pedas sekali harganya, ini karena kurangnya suplai dikarenakan pergantian musim. Sekarang ini bukan pada musimnya. Juga banjir di Wajo dan beberapa daerah lainnya sehingga terhambat suplainya,” terang PLT Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman, Jumat (24/12).

Sejalan dengan itu, Kepala KPPU Kanwil VI, Hilman Pujana mengungkapkan hingga saat ini belum ditemui ada kemungkinan penimbunan, namun permasalahan utama melejitnya harga cabai dari segi distribusi dan ketersediaan.

“Meningkatnya harga cabai memang karena capai produk musiman, makanya kurang suplai dan harga naik. Kami dari KPPU saat ini fokus pada penindakan saluran distribusi dari hulu ke hilir, kami minta untuk tidak main main terhadap harga,” pungkasnya. (*)