oleh

Ratu Elizabeth II Menjadi Kepala Negara Tertua Di Dunia Pada 2017

INGGRIS,BACAPESAN.COM-Ratu Elizabeth II kepala negara tertua di dunia dengan usia hampir seabad (24/12/2021).

Ratu Elizabeth II menjadi kepala negara tertua di dunia pada 2017, mengalahkan mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe. Kini, Ratu berusia 95 tahun atau seabad dan masih menjadi kepala negara Inggris.
Ratu juga mengalahkan pemimpin Tunisia Beji Caid Essebsi yang berumur 90 tahun, pun juga pemimpin Kuwait Sheikh Sabah IV yang berumur 88 tahun.

Ratu Elizabeth II mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin Inggris pada 6 Februari 1952. Ia juga menjadi ratu belasan negara merdeka lain yang pernah dijajah Inggris, sebagaimana dilansir CFR.

Mengutip Evening Standard, Ratu telah menjadi pemimpin kerajaan yang paling lama memerintah pada 2015, di umur 89. Sebelumnya, rekor pemimpin kerajaan terlama dipegang oleh Ratu Victoria.

Ratu lahir pada 21 April 1926 dan merupakan anak dari Pangeran Albert (Raja George VI) dan Lady Elizabeth Angela Marguerite Bowes-Lyon. Ratu bernama lengkap Elizabeth Alexandra Mary.

Sebenarnya, Ratu Elizabeth muda memiliki peluang kecil untuk melanjutkan takhta. Namun, pamannya, Edward VIII memutuskan untuk turun takhta agar ayah Ratu Elizabeth bisa menjadi raja. Sejak itu, nama Ratu masuk menjadi penerus takhta, dikutip dari Britannica.

Menurut situs resmi keluarga kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth menikah dengan Pangeran Philip Duke of Edinburgh pada 20 November 1947 di Biara Westminster.
Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai empat anak, yakni Pangeran Charles, Putri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward.

Ratu Elizabeth terus bersama Pangeran Philip hingga maut memisahkan mereka. Pada 9 April 2021, Pangeran Philip meninggal dunia di usia 99 tahun.

Setelah Pangeran Philip meninggal dunia, Ratu Elizabeth dan keluarga mengaku berada dalam masa kesedihan dan duka yang amat dalam.

“Merupakan penghiburan bagi kami semua untuk melihat dan mendengar penghormatan yang diberikan kepada suami saya, dari orang-orang Inggris dan seluruh dunia,” ujar Ratu Elizabeth.

Ratu Elizabeth II dinobatkan sebagai Ratu Inggris pada 2 Juni 1953 usai sang ayah, George VI meninggal. Elizabeth II merupakan ratu dengan pemikiran yang cukup terbuka akan peran modern kerajaan.
Salah satu buktinya, ia mengizinkan acara televisi yang menyiarkan kehidupan kerajaan pada 1970. Ia juga menyetujui pembubaran formal pernikahan saudaranya di 1978.

Namun, keluarga kerajaan Inggris menghadapi berbagai tantangan pada 1990-an. Di 1992, Pangeran Charles dan istrinya, Diana, berpisah. Pangeran Andrew dan istrinya, Sarah, juga ikut berpisah. Bahkan, Anne juga bercerai dan terjadi kebakaran di Istana Windsor.

Kerajaan Inggris juga harus berjuang dengan masalah resesi, kebencian terhadap gaya hidup kerajaan, dan 1992, Elizabeth setuju untuk membayar pajak dari pemasukan pribadinya meski ia dikecualikan.

Pada 2002, Ratu Elizabeth II merayakan 50 tahun ia menduduki takhta kerajaan Inggris. Di abad 21, pandangan publik terhadap keluarga kerajaan membaik.

Pada 2011, Ratu Elizabeth memimpin perayaan pernikahan putra sulung Pangeran Charles dan Lady Diana, Pangeran William dan Catherine Middleton.

Dalam beberapa bulan, ia menyalip Raja George III menjadi pemimpin monarki Inggris terlama kedua, di belakang Victoria. Namun, ia berhasil menyusul Victoria pada 2015.

Ratu Elizabeth II juga melakukan perjalanan bersejarah ke Irlandia. Ia menjadi anggota kerajaan Inggris pertama yang mengunjungi negara itu (CNN/*)