oleh

2022, RSKD Dadi Provinsi Sulsel Fokus Tingkatkan Pelayanan

Any Ramadhani-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat pada tahun 2022.

Direktur RSKD Dadi Provinsi Sulsel dr Arman Bausat mengatakan, untuk memajukan RSKD Dadi, pihaknya akan berupaya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan dan seluruh petugas yang ada.

Dengan begitu, masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan akan lebih nyaman, aman dan puas.

“Tahun 2022 kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan. Peningkatan pela

yanan tersebut tidak hanya pada pelayanan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tapi pasien non-ODGJ atau pasien umum,” ujar dr Arman.

dr Arman juga bertekad menghilangkan stigma yang selama ini ada di masyarakat bahwa RSKD Dadi Provinsi Sulsel adalah RS orang gangguan jiwa.

“Stigma ini yang harus dihilangkan karena RSKD Dadi Provinsi Sulsel merupakan RS yang juga melayani pasien non-ODGJ. Olehnya itu pada tahun 2022 kami fokus pada pelayanan dan pembenahan sarana dan prasarana,” ungkap dr Arman, Senin (27/12/2021).

Lebih jauh, dr Arman mengatakan pada tahun 2020 hingga 2021, dirinya terus melakukan pembenahan sarana prasarana dan infrastruktur. Ia menyebutkan RSKD Dadi Provinsi Sulsel saat ini telah memiliki gedung yang sangat memadai dan sangat mendukung.

”Setelah saya dilantik menjadi direktur RSKD Dadi Provinsi Sulsel saya terus melakukan pembenahan mulai dari sarana prasarana, sehingga RSKD Dadi Provinsi Sulsel mulai bangkit dan melayani pasien non-ODGJ,” jelas dr Arman.

Ia mengaku langkah yang telah dirinya lakukan secara perlahan stigma di masyarakat sudah mulai hilang. Buktinya pada awal pandemi Covid-19 hingga puncak pandemi Covid-19. RSKD Dadi Provinsi Sulsel merawat pasien Covid-19 cukup banyak.

”Sebelum saya menjabat sebagai direktur di sini, semuanya belum tertata baik rumah sakitnya maupun manajemennya, semua alakadarnya. Olehnya langkah pertama saya ambil adalah meminta bantuan untuk memperbaiki sarana prasarana,” ucap dr Arman. (*)