oleh

Resolusi 2022 Tahun Politik, Parpol Gas Pol

Any Ramadhani-Headline, Partai, Pemilu, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Tahun 2021 segera berakhir. Menyongsong tahun baru 2022, tentu banyak doa dan harapan baru yang tentunya jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, termasuk bagi partai politik (Parpol).

Dengan masuknya tahun 2022, saat itu juga parpol harus gas pol menatap Pemilu 2024 yang semakin dekat. Bukan tak mungkin tahun politik akan mulai memanas pada tahun 2022.

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP) mengatakan, Beringin Sulsel selalu berpegang pada slogan “Golkar baru”.

“Golkar Baru memiliki arti bahwa Partai Golkar akan mengikuti perkembangan modern. Ada terobosan baru perlu kita tekankan, dimana tak ada bayar-bayaran setiap event politik ke depan. Partai harus mempersiapkan diri menatap 2024,” kata TP, Minggu (26/12/2021).

TP menegaskan, Golkar Sulsel dengan paradigma barunya bertransformasi menjadi partai terbuka, modern, dan berintegritas. Kader kini telah diposisikan menjadi pemilik Partai Golkar.

“Tak ada lagi eksploitasi kader. Artinya, kader Golkar saat ini mau nyaleg, mau jadi bupati, wakil bupati, mau jadi ketua DPRD, percayalah, tidak ada lagi bayar-bayaran,” tegas TP.

Ketua Ormas MKGR Sulsel ini menekankan akan melakukan perubahan total untuk kemajuan Golkar di tahun 2022 dan tahun politik 2024.

Dirinya menegaskan, tidak mengenal lagi transaksi di bawah meja untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok. Cost politik hanya diperuntukkan untuk membesarkan partai dan mesin politik bekerja.
Wali Kota Parepare dua periode ini kembali mengingatkan seluruh elemen kader untuk berjuang keras jelang Pemilu 2024 mendatang.

Kata TP, Golkar Sulsel mesti mengambil simpati masyarakat untuk memenangkan pemilu. Dukung kegiatan pemerintah daerah, persiapkan saksi berbasis TPS, petakan tokoh adat, pemuda, organisasi, masyarakat di tingkat akar rumput.

“Juga pembentukan basis massa dan kelompok kader,” katanya.

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) menekankan bahwa tahun 2022 struktur Gerindra dari DPD hingga DPC harus rampung. “Jadi, bukan hanya berbicara resolusi 2022 saja. Tapi kita punya program prioritas dilakukan kader misalnya perampungan struktur, rekrutmen caleg, penginputan KTA dan program kemanusiaan lainnya,” jelas AIA.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini menuturkan, sebagai upaya pencapaian target Partai. Maka Gerindra Sulsel akan melakukan terobosan baru di pemilihan legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Lanjut dia, pihaknya akan menggelar uji kelayakan calon legislatif (caleg) yang mau mengendarai partai. AIA menegaskan uji kelayakan perlu untuk melihat kemampuan dan kekuatan setiap figur yang akan bertarung melalui partainya.

“Dimana tugas mereka pengurus DPC akan menyusun komposisi calegnya untuk kabupaten/kota. Kemudian saya bersama pengurus DPD lainnya melakukan fit and proper test terhadap setiap caleg yang mau maju lewat Gerindra,” kata Andi Iwan.

Andi Iwan memiliki target tinggi di Pileg 2024 mendatang. Sebab perhelatan politik itu, akan menjadi pertarungan pertamanya sebagai ketua partai di Sulsel. AIA memiliki asa yang kuat mendudukkan kader Partai Gerindra sebagai Ketua DPRD Sulsel.

Selain itu, harapan terbesar AIA adalah agar kader partai besutan Prabowo Subianto ini, bisa memenangkan konstalasi Pemilu Legislatif 2024, terlebih berjuang memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia.

Untuk itu, ia mengajak seluruh kader Partai Gerindra untuk memanaskan mesin partai dan melakukan penguatan infrastruktur partai mulai tingkat DPC, PAC, Ranting hingga ke tingkat Anak Ranting.

“Partai ini akan terus eksis dan berkembang jika mesin partai dan infrastruktur hingga tingkat bawah bekerja keras. Mudah-mudahan melalui pendidikan politik ini, bisa melahirkan kader yang militan,” kata AIA.

Sekretaris DPW PAN Sulsel, Jamaluddin Jafar mengatakan, salah satu persiapan yang akan dilakukan tahun 2022 yakni konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2024 nanti. “2022 kita akan melakukan konsolidasi disemua kabupaten, untuk persiapan Pemilu 2024 nanti,” ucapnya.

Mantan anggota DPRD Sulsel ini pun menyebutkan, PAN menargetkan meraih kursi di setiap daerah pemilihan dari total 11 dapil. Jika meraih 11 kursi, PAN berpeluang kembali meraih unsur kursi pimpinan DPRD Sulsel.

“Pada tahun 2019 lalu, PAN kehilangan kursi wakil ketua DPRD Sulsel. Bahkan PAN kehilangan dua kursi dari 9 menjadi 7 kursi. Jadi bagaimana caranya yang kemarin kursi kita hilang bisa kembali lagi dan ini sudah kita pikirkan,” ucapnya.

Jamaluddin mengaku siap merangkul orang-orang yang memiliki pengalaman di Pileg agar kursi PAN yang hilang bisa terisi lagi.

“Kita lagi menggodok tokoh-tokoh yang berpotensi (mendulang suara Pileg 2024), agar bisa mengangkat perolehan kursi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Sulsel Muhammad Haikal mengatakan, PKB sudah memiliki resolusi 2022 mulai dari DPW Sulsel hingga Ranting. Konsisten mempraktekkan politik rahmatan lil alamin.

“Diterjemahkan dalam bentuk politik kehadiran di tengah rakyat, bersama-sama rakyat menemukan jalan keluar dari setiap problem pokok rakyat. Politik keteladanan, selalu jadi teladan dalam menjalani kehidupan beragama, sosial, politik ekonomi, budaya dan lain-lain,” katanya.

Di tahun 2022 nanti, PKB Sulsel berharap pandemi Covid bisa berakhir, sehingga negara bisa fokus membangun perbaikan ekonomi pasca pandemi.

“Konsisten melayani rakyat sehingga rakyat akan berbondong-bondong ke TPS untuk memilih PKB pada Pileg 2024,” jelasnya. (*)