oleh

Skema Baru Pertamina, Fahruddin Rangga Harap BBM Tak Bebani Rakyat

Any Ramadhani and Yadi-Ekobis, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium (RON 88) dikabarkan tak akan beredar lagi di Indonesia mulai tahun depan. Saat ini, Peraturan Presiden (Perpres) terkait penggunaan BBM jenis Premium itu sedang digodok.

Upaya pemerintah mengurangi penggunaan BBM jenis Premium diperkuat dengan adanya program Langit Biru. Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan dengan adanya program tersebut, jumlah gerai yang menjual bensin Premiun secara perlahan dikurangi.

Menurut dia, banyak negara yang mulai meninggalkan penggunaan premium yang beroktan rendah. Bahkan, hanya ada empat negara di dunia yang sampai saat ini masih mengonsumsi premium dengan nilai oktan (RON) 88. Dari empat negara tersebut, Indonesia menjadi salah satunya. Dia pun mendorong agar Indonesia dapat meninggalkan Premium.

Saat dikonfirmasi Legislator DPRD Sulsel, Wakil ketua Banggar DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga bergarap agar kebijakan soal BBM terbaru tak membebani rakyat, apalagi kondisi saat ini serba sulit.

“Disaat kondisi ekonomi masyarakat belum stabil seperti saat ini saya kira perlu dipikirkan untuk tidak membebani rakyat,” jelasnya, Kamis (23/12/2021) malam.

Legislator Golkar itu berpandangan bahwa Pemerintah belakangan ini sudah melakuman kebijakan membebani rakyat. Apalagi dengan menghilanglan beberapa jenis BBM.

“Melakukan langkah-langkah yang akan semakin membebani masyarakat seperti menghilangkan premium,” katanya.

Politisi asal Takalar itu mengatakan bahwa perlu dipahami daya beli masyarakat masih rendah. Sehingga butuh lebijakan pro rakyat.

“Perlu dipahami daya beli masyarakat saat ini masih morat marit sehingga untuk memberlakukan kebijakan menghapus premium masih butuh waktu yang tepat,” pungkasnya.

Dia berharpa dimasa pandemi ini. Maka pemerintah lebih aktif menerapkan lebijakan positif demi kesejahteraan rakyat Indonesia, guna menopang perekonomian agar twtap stabil.

“Kita berharap kondisi pandemi covid 19 segera pulih sehingga roda ekonomi masyarakat dapat berjalan normal dengna demikian daya belanja masyarakat akan ikut menjadi stabil,” tutup dia. (*)