oleh

Staf Save the Children dipastikan Tewas dalam Serangan Malam Natal di Myanmar

MYANMAR, BACAPESAN.COM – Dua staf Save the Children, hilang di Myanmar timur setelah serangan mematikan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan oleh tentara pemerintah, telah dipastikan tewas, kata organisasi nirlaba itu pada Selasa.

“Dengan kesedihan yang mendalam, kami mengonfirmasi bahwa dua staf kami termasuk di antara mayat-mayat yang terbakar yang ditemukan di Myanmar setelah serangan oleh militer pada Malam Natal. Keduanya adalah ayah baru yang bekerja di bidang pendidikan untuk anak-anak,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial. “Dewan Keamanan PBB harus bersidang & mengambil tindakan untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.”
Pada hari Jumat, setidaknya 30 orang termasuk wanita dan anak-anak tewas dan “sisa-sisa hangus” mereka ditemukan di dekat Kotapraja Hpruso di negara bagian Kayah, yang juga dikenal sebagai Karenni, menurut kelompok hak asasi manusia setempat.
Militer yang berkuasa di Myanmar belum mengomentari insiden tersebut dan juru bicara junta Zaw Min Tun tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Media pemerintah melaporkan tentara telah menembak dan membunuh sejumlah “teroris dengan senjata” yang tidak ditentukan dari pasukan yang memerangi pemerintah militer. Media pemerintah tidak mengatakan apa-apa tentang korban sipil. (cnn/*)